Pejabat Pemkab Cirebon Terseret Korupsi, Kejaksaan Diminta Periksa Mantan Bupati Cirebon

CIREBON I detikkasus.com – Setelah ditetapkannya 3 tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Taman Pataraksa Sumber oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon pada Selasa, (11/06/2024). Ketiga tersangka yaitu E selaku Kontraktor, AM selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) seorang ASN yang bertugas di Dinas Lingkungan Hidup serta D selaku Konsultan Pengawas.

Dengan ditetapkannya AM yang notabenenya adalah ASN Pemkab Cirebon sebagai tersangka, banyak pihak yang kini menyoroti Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon, diantaranya yaitu Advokat Kondang, Waswin Janata.

Kata Waswin, Imron Rosyadi Bupati Cirebon saat itu, seharusnya melakukan Evaluasi serta mengambil langkah strategis untuk menyelesaikan perkara tersebut, bukannya menyelesaikan, justru statement Imron malah memperkeruh situasi, menyalahkan Dinas dengan mengatakan merasa kecolongan.

“Waktu itu saya baca di media, Imron langsung mengatakan merasa kecolongan, Harusnya dipertimbangkan matang kalau mau bicara ke media,” ujar Waswin, (12/06/2024).

Waswin sendiri mengapresiasi Kinerja Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon atas penetapan 3 tersangka dalam Kasus Pembangunan Taman Pataraksa, Waswin juga meminta semua pemangku kebijakan yang berkaitan dengan Pembangunan Taman Pataraksa agar diperiksa termasuk Bupati Cirebon saat itu, Imron Rosyadi.

“Kami apresiasi atas keberanian Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon dan kami minta semua pemangku kebijakan yang berkaitan dengan Pembangunan Taman Pataraksa diperiksa, Termasuk Bupati Imron, supaya kasus ini menjadi terang-benderang.” tambahnya.

Lebih lanjut, Waswin sendiri mengaku miris melihat kondisi Kabupaten Cirebon saat ini, di tengah banyaknya kasus yang Viral, para pejabatnya terlihat tenang tenang saja, sedangkan masyarakat semakin kesulitan mengingat harga kebutuhan pokok yang semakin mahal.

“Kita lihat saja kondisi Kabupaten Cirebon saat ini, Jalan Rusak, Ekonomi menurun, ditambah banyaknya Kasus Korupsi seperti halnya Kasus Pataraksa ini, kok bisa para Pejabat ini tenang-tenang saja, sedangkan dibawah masyarakat menjerit karena kebutuhan pokok yang makin mahal.” pungkasnya.

(Amy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *