Panglima Daerah Ill Idi dan Lingee Melayat Rumah Duka Korban Dugaan Pembunuhan Di Rampak

Aceh Timur |Detikkasus.com -Rabu 22 mei 2024, sekitar puluhan anggota KPA di dua wilayah daerah wilayah perlak ikut melayat dan takziah rumah alm sulaimansyah warga trunjak kecamatan serba jadi kabupaten timur. Korban dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian terjatuh dari jembatan di tikungan lengkong desa rampak dusun cane. Pada hari sabtu tanggal 18 mei 2024 yang lalu, yang di beritakan di sejumlah media online. Dengan kronologis kejadian masih misterius dan dalam penyidikan pihak POM.

“Kasus ini murni di kembangkan karena permintaan pihak keluarga korban, yang menganggap peristiwa kematian menimpa anaknya. Sangat tidak wajar dan perlu untuk di lakukan otopsi untuk memastikan bahwa anaknya meninggal karena kecelakaan di jalan, menurut versi satu pihak”. Salat Ibrahim pada pihak penyidik dan beberapa awak media independen yang meliput kejadian itu langsung ke TKP.

Ringgali panglima daerah lingee (lokop) mengatakan. Untuk hari ini kami dari unsur KPA fokus hanya pada melayat dan takziah di rumah duka, untuk berdoa kepada arwah sulaimansyah meninggal husnul khatimah dan segala amalannya di terima oleh ALAH SWT pun juga istrinya. Kerabat dan keluarga serta sanak saudaranya di berikan ketabahan dan kesabaran oleh yang maha kuasa atas musibah yang di Berikan NYA”.

“Ambil hikmahnya dan selalu bertawakal kepada sang KHALIK,anggap suatu pelajaran dan ujian untuk menjadi hamba yang lebih baik dalam menjalani kehidupan di dunia yang fana ini.kita semua sama-sama berdoa untuk memberi petunjuk dan kebijaksanaan¬† kepada pihak penegak hukum yang sedang menyelidiki perkara ini”. Harapnya kepada seluruh jama’ah yang ikut takziah.

Alm Sulaimansyah meninggalkan istri dan empat anak yang masih kecil-kecil yaitu, “harapan kita dan khususnya masyarakat kecamatan serba jadi serta masyarakat aceh/aceh timur pada umumnya,agar perkara yang menimpa Alm Sulaimansyah di tangani dengan serius dan menjunjung tinggi Integritas dalam menegakkan hukum di NKRI(Negara kesatuan Republik Indonesia) yang kita cintai”.Tutup Ringgali dengan penuh asa.

(Jihandak Belang/Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *