Proyek Aspal Lapen Desa Tebing Tinggi, Kec.Tj.Beringin, Beraroma Mark-UP

Sabtu, 27 Juli 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikkasus.com | Sumatera Utara – Proyek jalan jenis lapen di jalan Dusun IV, Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, jadi sorotan warga.

Pasalnya pelaksanaan pembangunan jalan dengan jenis lapen yang dikerja oleh Kepala Desa Tebing Tinggi, tidak sesuai pelaksanaanya di duga proyek itu tidak sesuai dengan anggaran, sehingga kental dengan Mark- up.

Pantauan wartawan dilokasi, Jumat, 26-07-2019, dan keterangam Ketua NGO PMBDS Kabupaten Serdang Bedagai, Aswad Sirait, melihat kegiatan yang sudah selesai dikerjakan oleh desa, ada dugaan kejanggalan dengan panjang lebar dan ketebalan, sehingga di lihat dari dekat tidak berkualitas, karena pengguna aspal atau ter yang digunakan tidak memenuhi standar dan jumlah bahan baku yang dipesan.

Baca Juga:  Pungli Terjadi Kepolisian Malah Tutup Mata

Terkait hal ini, Aswad, dan warga setempat sangat kecewa dengan proyek yang nantinya akan sia-sia dan dalam hitungan bulan, proyek jalan tersebut akan hancur, kata Aswad.

Baca Juga:  Wisata Pemandian Mestika Water Village Memakan Korban

Ketika berupaya di konfirmasi, kata Aswad, Kepala Desa Tebing Tinggi, M Nasir, alias Nacim, dikediamannya, namun Kades M, itu menghindar dan bersembunyi di dalam rumahnya dan di tunggui di panggil juga tidak mau keluar.

Kata Aswad, Bagaikan ayam dalam kandang sedang mengerami telurnya, Kades M Nasir tak keluar dari rumahnya, ungkap Aswad.
Saat dikonfirmasi Camat Tanjung Beringin M. Fahmi melalui Via Whatsapp mengatakan akan kami cek besok bang, katanya
Hasil wawancara Ketua NGO PMBDS, Aswad Sirait ke pada nara sumber selaku warga setempat, masyarakat sangat menyayangkan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kades ini, tidak sesuai pada anggaran yang menelan biaya Dana Desa tahun 2019 sebesar Rp.43.160.000,- dengan sepanjang 100 meter dan kelebaran tidak mencukupi sehingga di samping tidak berkualitas ada jumlah material tidak cukup, sehingga terjadinya Mark-Up, ungkap Aswad, dengan nada geram.

Baca Juga:  Mentri KEMENKUMHAM tinjau langsung Setelah beberapa hari rutan kabanjahe kebakaran

Berita Terkait

Nurul Alfida Fakultas Hukum UBB Angkat Bicara Soal Pengamen Di Jalanan
“Mengapa Pernikahan Dini Masih Marak?” Sebuah Pertinjauan terhadap Remaja dan Masyarakat Indonesia
Kepengurusan DPK Maliku, Sektor Desa Talio & Sektor Desa Dandang Resmi di Kukuhkan DPD Fordayak Pulang Pisau
SAPA “Fauzan Adami”, Menyampaikan Keprihatinannya Terhadap Fenomena Keterlibatan Oknum PNS.
Dugaan Sistem Management Rumah Sakit Umum PT Cut Mutia Medica Nusantara Regional 1 Langsa.
Hasil Pekerjaan Proyek Pengaspalan Peningkatan Jalan Damai Gampong Baroe
Dit-Samapta Polda Aceh, Kembali Bagi Sembako Dalam Kegiatan “Jum’at Berkah”
Waka Polda Aceh, Hadiri Peringatan Maulid Raya Dan Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh

Berita Terkait

Minggu, 17 November 2024 - 12:25 WIB

Nurul Alfida Fakultas Hukum UBB Angkat Bicara Soal Pengamen Di Jalanan

Minggu, 17 November 2024 - 11:57 WIB

“Mengapa Pernikahan Dini Masih Marak?” Sebuah Pertinjauan terhadap Remaja dan Masyarakat Indonesia

Minggu, 17 November 2024 - 11:09 WIB

Kepengurusan DPK Maliku, Sektor Desa Talio & Sektor Desa Dandang Resmi di Kukuhkan DPD Fordayak Pulang Pisau

Minggu, 17 November 2024 - 00:39 WIB

SAPA “Fauzan Adami”, Menyampaikan Keprihatinannya Terhadap Fenomena Keterlibatan Oknum PNS.

Minggu, 17 November 2024 - 00:37 WIB

Hasil Pekerjaan Proyek Pengaspalan Peningkatan Jalan Damai Gampong Baroe

Berita Terbaru