Wilayah Hukum Polsek Kualuh Ledong Diduga Tebang Pilih Penangkapan Perjudian Togel(303)

oleh -

Detikkasus.com | Labuhanbatu – Sabtu (16/012021) Dalam bentuk menumpas tuntas kejahatan bentuk perjudian dan togel (303), diWilayah Hukum Polsek Kualuh Ledong Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera. Terkesan sangat kental tebang pilih, siapa yang punya setoran mencapai Sepuluh Juta (10.jt) Rupiah dapat dipastikan aman-aman saja.

Terkait adanya informasi tebang pilih dalam menumpas bentuk Perjudian dan Togel (303), disampaikan oleh Darmono Raja S.H KETUM LSM GEBRAKKAN RI (Gerakkan Berantas Kriminal Korupsi dan Narkoba Republik Indonesia), sekira pukul 11:15 Wib kepada awak media.

Adanya informasi yang disampaikan Darmono Raja S.H, kemudian melalui situs WhatsAAp sekira Pukul 16:30 Wib awak media sudah mengkonfirmasi Lubis Kanit Reskrim Polsek Kualuh Ledong. Meskipun sudah ceklis dua biru tetapi Lubis Kanit Reskrim tidak mau memberikan layanan informasi, bahkan sekira Pukul 16:38 melalui kontak telepon, awak media juga sudah berupaya menghubungi beliau.

DARMONO RAJA ,SH meminta kiranya AKBP Deni Kurniawan S.I.K M.H Kapolres Labuhanbatu. “Agar segera memanggil kapolsek dan kanit serse, hingga memberikan sanksi yang tegas.” Adanya bandar 303 dikelurahan ledong bahkan sangat dekat dengan kantor Polsek masih aktif dan buka hingga bertahun tahun beroperasi. Dikarenakan kuat dugaan sudah menerima upeti mingguan atau bulanan untuk Polsek Kualuh Ledong

Pantauan Tim LSM puluhan desa masih marak perjudian togel (303) terutama penulisanya atau pemasanganya ada diwarung warung atau pakter tuak (tempat kerumunan orang). Salah satu contoh tebang pilihnya penangkapan yang dimaksud, dapat dibuktikan tertangkapnya warga desa sei apung bernama Nanda dan ahyar keduanya adalah anak buah (tukang tulis) yang sering akrab disapa “Naga” Penduduk desa sei apung.

Ketika dihubungi via telepon terkait kronologisnya penangkapan anggota Nanda dan ahyar alias ai mengatakan, “Awal mulanya saya buka togel (303) saya sudah ijin sebelumnya, ijin dalam bentuk kordinasi sama Kanit Reskrim yang akrab disapa dengan sebutan LUBIS, katanya “Saya diperbolehkan buka 303 dengan tempo seminggu dulu baru memberikan setoran (upeti).

Akan tetapi setelah baru buka sekitar dua hari saya mendapat SMS dari BANPOL (Pardede) yang isi sms nya begini “Kapolsek minta Sepuluh Juta (10.jt) kalau mau buka 303 kalau nggak tutup atau ditangkap kemudian prihal tersebut saya beritahukan kepada kanit lubis dan beliau mengatakan, saya masih dimedan tunggulah saya pulang”. Begitu sampai di ledong anggota saya malamnya ditangkap.

Padahal saya dua hari buka pak, sementara yang sudah lama beroperasi sama sekali tidak ditangkap. Itulah pak bentuk dilema atau permainan, hingga bentuk penegakan hukum yang terjadi. “Pangkat atau jabatan dijadikan sebagai mesin pencetak uang, bukan sebagai pedang dalam menegakkan keadilan. Ujar Darmono Raja S.H sambil mengenang penyampaian dari inisial Naga. ( J. Sianipar )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *