WARGA Desa Jungutan,Bebandem Di Gegerkan Adanya Warga Gantung Diri

oleh -

Detikkasus.com | Karangasem – Sabtu(25/5/2019) Warga di gegerkan adanya salah satu warga yang di temukan gantung Diri di Desa Jungutan, Banjar Dinas Mumbul Kec. Bebandem, Karangasem, I Wayan Kantun (54) melakukan bunuh diri dengan gantung diri. Peristiwa mati sia-sia terjadi pada hari ini, sabtu 25 /05/2019 sekira pkl 06.30 wita yang terjadi di tegalan milik I Komang Sujana, di Banjar Dinas Mumbul, Desa. jungutan, Bebendem, Karangasem. Kejadian ini telah dilaporkan ke Poksek Bebandem oleh I Wayan Sudarma Suniantara (32) selaku Kelian Banjar Dinas Mumbul
Banjar Dinas MumbulI, Desa Jungutan, Bebandem.

Dalam laporan di kepolisian setempat, kejadian tsb sebagai saksi, I Made Dwinaya (39),
sebagai saksi I dan saksi II,I Wayan Kerti (39) warga setempat. Barang Bukti yang berhasil diamankan, 1 (satu) tali plastik warna biru panjang 150 cm
1 (satu) Baju kemeja warna putih bergaris
1 (satu) Celana pendek warna biru
1 (satu) Kamben batik warna hitam motip bunga
1 (satu)Celana dalam warna hitam,
1 (satu) Celana dalam warna hijau
1 (Satu) pasang sandal jepit warna biru
1 (satu) buah senter warna Kuning Menurut laporan wartawan Detikkasus. com di daerah Karangasem menyebutkan, kronologi kejadian,
Sabtu, 25 Mei 2019 sekira pkl 06.30 Saksi I sedang bersih bersih di pekarangan rumahnya, dan dengan tidak sengaja pandagan saksi mengarah ke arah pohon enao (Jake) yang berada di sebelah timur rumahnya, kemudian saksi merasa curiga melihat ada sesosok manusia yang tergantung, kemudian saksi medekati pohon tersebut untuk menyakinkan dan memang benar ada seseorang yang gantung diri di pohon enao tersebut, urainya. Melihat pemandangan seperti itu, saksi I pergi kembali kerumahnya dan membangunkan anaknya yang benama I Km Tri SUMARIADA, dan saksi I langsung mencari I WAYAN SUDARMA SUNIANTARA (Kadus Mumbul), Setelah itu I W Sudarma Suniantara langsung mengecek TKP dan memang benar bahwa ada seseorang yang gantung diri di pohon enau (jake) selanjutnya menghubungi Polsek Bebandem lewat Telpon, dan mengubungi keluarga korban. Sekitar pukul 07,00 wita datang Anggota Polsek Bebandem bersama Tiem Medis Puskesmas Bebandem untuk melakukan olah TKP di mana korban masih dalam kadaan tergantung pada bambu yang ada di pohon Enau. Di pohon enao tersebut terdapat tangga yang di gunakan untuk naik mencari tuak, (air nira) pohon Enau yang tingginya kuranng lebih 7 (tujuh) meter, panjang tali dari bambu keleher korban kurang lebih 1 (satu) meter,jarak dari tanah ke kaki korban 4,5 meter, selanjurnya korban diturunkan dan di bantu oleh masyarakat setempat, setelah korban diturunkan langsug dilakukan pengecekan bersama – sama dgn petugas medis dari puskesmas Bebandem. Korban menggunakan baju kemeja, berwarna putih bergaris. Celana pendek berwarna biru,Kamben batik warna hitam motip bunga,Celana dalam warna hitam , Celana dalam warna hijau,sepasag sandal jepit warna biru, satu buah senter warna kuning , uang dalam saku baju kanan sebanyak Rp. 786.000,- (tujuh ratus delapan puluh enam ribu) dan (satu) bungkus rokok.Ciri Ciri Korban :Tinggi Korban 174, cm, rambut Ikal.

Pemeriksaan medis dari Puskesmas Bebandem terhadap korban:tidak ada tanda tanda kekerasan, pada leher di temukan luka jeratan melingkar dengan diemeter 32 cm, ada tato di lengan kanan bertuliskan I Komang Kantun, Mata terpejam, Kemaluan mengeluarkan cairan, pada dubur menngeluarkan kotoran.

Dari hasil pemeriksaan team medis Puskesmas Bebandem di simpulkan korban murni gantung diri, dan pihak keluarga sudah mengiklaskan kepergian korban dan keluarga dari korban tidak bersedia di lakukan otopsi, dan dibuatkan surat pernyatan dari pihak keluarga.(Sugata/Kinan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *