Paluta Sumut I Detikkasus.com – Turnamen sepak bola yang terlaksana di Desa Hatiran wilayah Kecamatan Dolok Sigompulon, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta)
Provinsi Sumatera Utara, harusnya menjadi ajang olahraga dan hiburan malah berubah ricuh pada 30-9-2025. Ujar Purnomo Astono
Namun di balik kerusuhan yang terjadi disinyalir panitia telah berhasil memanfaatkan situasi hingga melalui Tim meraup keuntungan senilai Rp: 4.000.000-, (empat juta rupiah) oleh wasit dengan alasan untuk biaya berobat diantara mereka disaat rusuh turnamen waktu itu
Kejadian kerusuhan bermula ketika ada diantara Panitia berbicara melalui mikropon atau toa (pengeras suara) bahasa kotor dari panitia waktu itu menyebut (“anjixg kamu”), karena penyampaian dari panitia itu ada diantara salah seorang suporter yang mungkin merasa tersinggung sehingga ada yang sempat menanyakan pada panitia pada siapa ucapan jorok itu.
Situasi semakin memanas perkelahian terjadi membuat pertandingan dihentikan dan akhirnya aparat keamanan waktu itu ada hadir, entah karena ada yang nelepon sehingga datang atau sudah ada kian dilokasi saya gak tau. “Yang pasti ada nominal rupiah 4.Juta berhasil di raup panitia.” Terangnya Purnomo Astono
Menyikapi informasi dan untuk keperluan konfirmasi awak media berulang kali menelepon diantara salah satu panitia turnamen tidak ada respon, kemudian lewat whatsaap juga sudah dijalin konfirmasi akan tetapi, tetap saja belum ada tanggapan dari beliau yang terhormat itu hingga kabar ini dikirim ke Redaksi (J. Sianipar)






