Tetapkan Status Siaga Bencana, Bupati Ipong Tinjau Kondisi Pengungsi Banjir Dieberapa Pos Pengungsian

oleh -

PONOROGO | detikkasus.com – Hujan deras yang melanda wilayah Karisidenan Madiun berdampak juga ke kawasan Kabupaten Ponorogo. Bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Ponorogo membuat pemkab setempat menetapkan musibah tersebut ke dalam status siaga bencana.

Bupati Ponorogo, Drs. H. Ipong Muchlissoni bersama istri Hj. Sri Wahyuni,S.Sos mengunjungi posko pengungsi terdampak bencana banjir, Kamis (07/03).

Dalam kesempatan tersebut Bupati Ipong Muchlissoni juga didampingi Kepala BPBD Kabupaten Ponorogo, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo.

Ditemui disela – sela kunjungannya di Gedung Sasana Praja langsung menemui ratusan pengungsi Bupati Ipong mengatakan, “Kita melihat air sudah mulai turun, sehingga kita belum menetapkan ini sebagai tanggap darurat,” ucap Ipong saat mengunjungi pengungsi.

Dalam musibah banjir dan tanah longsor di Ponorogo ini tidak ada korban jiwa dan keadaan para pengungsi juga cukup baik. Berbagai kebutuhan dasar seperti makan, minum, obat serta hal-hal lainnya sudah bisa terpenuhi.

“Alhamdulillah mereka pengungsi baik-baik saja. Tidak ada yang sakit akibat ngungsi. Kalaupun sakit, ya karena memang sakit sejak sebelum banjir. Tidak ada masalah pada para pengungsi, hanya mereka ingin segera surut dan pulang” ungkapnya Ipong.

Selain itu, Bupati Ipong Muchlissoni juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat Ponorogo yang telah memberikan bantuan kepada pengungsi yang terdampak bencana banjir.

“saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu para pengungsi ini, kita semua dan pengungsi disini berharap banjir segera surut”, tambah Ipong.

Sedangkan untuk langkah selanjutanya, Bupati mengaku akan memperbanyak jumlah personel tim yang diterjunkan untuk evakuasi, hanya saja Bupati Ipong belum bisa menyebutkan jumlah personel dalam tim penanggulangan bencana ini. Dan akan segera melakukan langkah antisipasi atas kemungkinan terjadinya banjir yang lebih besar. (Deny/Anang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *