Terkait Pemberkasan Kenaikan Pangkat Pegawai, Staff Umum Dinas Kesehatan Diduga Lakukan Pungli

oleh -

PRINGSEWU, Detikkasus.com – Dinas Kesehatan kabupaten Pringsewu, diduga oknum Staff Umum Dinas Kesehatan lakukan pungli kepada pegawai terkait pemberkasan kenaikan pangkat dan surat pengantar yang dikenakan biaya. Selasa (04/05/21).

Dengan adanya pungli yang dilakukan oleh oknum pegawai staff umum dinas kesehatan membuat pegawai yang akan melakukan proses pengajuan pemberkasan dipersulit apabila tidak memberikan sejumlah uang kepada oknum Rendi.

Salah satu Bidan puskes yang tau mau di sebutkan namanya saat di konfirmasi di ruang kerjanya “Saya awal tahun ingin mengurus pemberkasan untuk kenaikan pangkat, setelah saya masukkan di Staf Umum sampai berbulan bulan tidak ada proses kelanjutan, kemudian saya berusaha komunikasi ke Staf Umum Rendi untuk di percepat prosesnya saya dimintai biaya senilai Rp. 500.000 agar proses pemberkasan di percepat prosesnya, ternyata memang benar setelah saya berikan sejumlah uang kepada Rendi proses pemberkasan saya langsung di percepat, dan menurut teman-teman yang satu propesi dengan saya memang benar bahwa Rendi bigitu mereka juga pakai biaya dari Rp. 100.000 hingga Rp. 500.000, dan kalau tidak pakai uang maka berkas pemberkasan kita tidak akan di proses. Bukan itu saja, kalau kita ingin mengurus surat pengantar ke BKD juga harus ada biayanya, terus terang dengan adanya pungli tersebut kami sangat dirugikan dan selama ini dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu terkesan tutup mata”. Ujarnya.

Rendi selaku Staf Umum Dinas Kesehatan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menjelaskan “Terkait hal tersebut lebih baik temui saja orangnya ke saya biar semua clear, kalau cuma di sebutin doang namanya mah saya tidak takut, karena saya merasa itu semua tidak benar, saya tidak pernah menerima uang apalagi saya meminta, hal sperti ini sudah saya alami setiap tahunnya pak saat penaikan pangkat, terkait pendingnya penaikan pangkat itu mutlak milik BKD”. Jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Pringsewu Dr. Ulin Nia saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menjelaskan “Saya masih di Palembang”. Tutupnya.

(IYAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *