Terkait Desa Gumbot Inspektorat Paluta Memanggil Muhammad Arsyad Rambe Sekretaris BPD

oleh -

Detikkasus.com l Padang Lawas Utara – Sumut

Jum’at (09/04/2121) Terkait Desa Gumbot yang sering menjadi kabar miring atau menjadi viral, akhirnya Inspektorat Padang Lawas Utara (Paluta) memanggil Muhammad Arsyad Rambe Sekretaris BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Gumbot Kecamatan Dolok Provinsi Sumatera Utara

Melalui nomor surat pemanggilan: 700/261/IT/IP.III/2021 pada 07 Appril sekira Pukul 10:00 Wib diharapkan kehadiran Muhammad Arsyad Rambe, menghadap Erwin Efendi Siregar S.H untuk dimintai keterangannya yang menyangkut tentang kondisi perjalanan APBDes maupun RKPDes GUMBOT.

Pada tanggal 26 Maret Koalisi Aktivitas Mahasiswa Peduli Padang Lawas Utara, menyampaikan aspirasinya dengan tertulis kepada inspektorat Paluta, bernomor: IV/KAMPP/03-2021. Aspirasi yang disampaikan Mahasiswa tersebut sepertinya wajar disebut sakti mandra guna, sehingga inspektorat tanggap dan merealisasikan-nya.

Pada saat Muhammad Arsyad Rambe Sekretaris BPD memberikan keterangan dihadapan Erwin Efendi Siregar S.H Auditor Muda Inspektorat, ia mengatakan “Pembuktian pembuatan APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) yang kuat diDuga secara sipihak tidak sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan,”

“Manipulasi data seperti tanda tangan, isi APBDes sangat banyak melenceng dari RKPDes (Rencana Kerja Pemerintah Desa). “Masyarakat yang tidak ber peran malah banyak menanda tangani, parahnya lagi sudah di tandatangani oleh yang bukan pada jalurnya, malah kegiatan itu banyak yang tidak terialisasi”. Ujar Muhammad Arsad Rambe

“Temuan Dugaan Mark-Up kekurangan bestek bangunan menurut RAB, sangat jelas terlihat kasat mata. Bahkan penindasan dalam bentuk tidak memberi honor/tunjang/operasional perangkat desa, seperti saya sebagai sekretaris BPD, Kader posyandu bahkan hak masyarakat makan minum ketika rapat.”

Ketika saya memberikan keterangan saya ingat betul yang disampaikan Pak Erwin Efendi Siregar S.H katanya “Nantinya bila terbukti kelakuan nakal kepala desa Gumbot, tindakan yang akan dilakukan oleh inspektorat semampunya hanya pengembalian. Ujar Muhammad Arsad Rambe kepada awak media Detikkasus.

Menyikapi informasi yang ada akhirnya sekitar Pukul 08:45 Wib, awak media Detikkasus sudah menghubungi Erwin Efendi Siregar S.H melalui telepon genggam berulang kali. Akan tetapi hingga kabar berita ini dikirim keredaksi, beliau Erwin belum bisa memberikan kepastian informasi.

Ditempat terpisah Alizaro Hura mengatakan “Jika nantinya terbukti adanya dugaan terstruktur bentuk manipulasi data seperti tanda tangan, bahkan isi APBDes yang melenceng dari RKPDes (Rencana Kerja Pemerintah Desa). Disitulah bentuk penipuan untuk memperkaya diri maupun kelompoknya. Dari dasar tersetruktur nya bentuk kejahatan itulah nantinya, yang akan diupayakan untuk naik kearah pidana secara terpisah laporannya”.

Kecuali jika memang pasal 236 ayat (1) KUHP tentang Pemalsuan Tanda Tangan, sudah dicabut oleh instansi yang membidanginya. Secara logi akal sehat, saya pribadi sangat setuju ternyata inspektorat memanganggil saudara Muhammad Arsad Rambe, guna dapat memberikan keterangannya yang menyangkut perjalanan APBDes/RKPDes GUMBOT. Kemampuan M.Arsyad Rambe untuk menyuarakan kebenaran, patut menjadi suri tauladan demi majunya suatu Desa. Ujar Alizaro (J. Sianipar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *