Terkait Adanya Pemberitaan Di Media Online Di Aceh, Proyek Pekerjaan Pengerasan Badan Jalan Unsam.

Terkesan Tidak Bertuan, Dugaan Sampai Saat Ini Belum Adanya Lanjutan Pengaspalan, Berasal Jeputan APBN Menteri Pendidikan Jakarta 

Kota Langsa |Detikkasus.com -Sungguh sangat disayangkan, terkait adanya pemberitaan di media online di aceh. Proyek pekerjaan pengerasan badan jalan yang berlokasi. Tepatnya, di belakang perluasan universitas samudra (unsam) daerah kota langsa provinsi aceh.

Terkesan tidak bertuan, dugaan sampai saat ini. Belum adanya lanjutan pengaspalan, dugaan hanya sebatas proyek pekerjaan pengerasan saja. Yang berasal, dari proyek jeputan APBN kementrian pendidikan jakarta.

Sesuai pula, sempat adanya dilakukan pemberitaan sebelumnya secara publik media masa online di aceh ini. Yang berjudul, diduga proyek pekerjaan pengerasan badan jalan areal unsam, disinyalir terkesan tidak bertuan. Terbitan pada tanggal, 21 februari 2024 yang lalu.

Ironisnya lagi, dalam pantauan kalangan sejumlah wartawan media online di aceh ini. Yang menjadi pertanyaan secara publik, yang katanya, dari pihak orang dalam proyek pekerjaan pengerasan badan jalan itu. Anggaran dana proyek pekerjaan tersebut, adalah proyek hasil jeputan asal APBN menteri pendidikan di jakarta.

Ironisnya lagi, salah satu seorang dari pihak universitas samudra (unsam) sebutan panggilan “hendra” itu. Orang salah satu yang mengetahui asal usulnya proyek tidak bertuan tersebut, di karenakan dengan segelintiran himpunan informasi yang didengar. Itu adalah proyek jeputan yang di kerjakan secara berkala.

Parahnya lagi, sebutan panggilan “hendra” sebagai orang dari unsam itu. Ketika ditanyai (dikonfirmasi) dengannya, terutama ingin bertemu dengan berkordinasi yang baik serta juga berapa nilai anggaran dana proyek atas jeputan dari menteri pendidikan di jakarta.

Malah dirinya, sebutan “hendra”. Terkesan ngelece, dan juga tidak ada komitmen dirinya itu. Dengan kata komentarnya, melalui selular chat whatsappnya, yang dia sampaikan kepada kalangan sejumlah wartawan media online di aceh ini. Dengan nomor selularnya, 081168xxx95, “Wlkumsalam. iya bg. Nnti  kita ngopi pagi ini lg ada kerjaan rumah sikit bg🙏🙏, Wlkum slm sepot manteng bg. Nyo baru lon wo🙏. Bgmn bg jadi?”, ujarnya demikian. Sabtu, 24/02/2024 sekitar pukul.17.35.wib.

Masih berlanjut, komentarnya sebutan “hendra” dari pihak unsam itu. “👍👍👍, Maaf bg. Minggu ini kmi sekluarga ada acara d idi🙏”. Kemarin, minggu 25/02/2024 sekitar pukul.22.55.wib. Terkesan apa yang diucapkan olehnya itu, disinyalir modal dusta (modus) berulok saja, di tambah lagi. Kalangan sejumlah wartawan media online di aceh ini. Kembali, melakukan konfirmasi kepadanya itu. Tentang berapa anggaran dana nilai proyek pekerjaan pengerasan badan jalan unsam tersebut, namun dirinya “hendra” tidak ada merespon balasan apa pun darinya.

Sesampainya, pemberitaan di tayangkan kembali. Pihaknya unsam, terkesan kebal hukum. Disinyalir malah anggap enteng, maka dari itu pula. Diminta pihak kepala kejaksaan tinggi (kajati) provinsi aceh, segera lakukan penyelidikan adanya proyek pekerjaan pengerasan badan jalan unsam tidak ada bertuan dan juga tidak ada kejelasan nilai anggaran dana proyek jeputan dari kementerian pendidikan di jakarta.

(Jihandak Belang/Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *