Terkait Adanya Pelaksanaan Proyek Swakelola Di Tahun 2021 Dan 2022 Beberapa Tahun lalu.

Disinyalir Tanpa Adanya Transparansi Secara Publik, Terkesan Tersembunyi Oleh Mantan Kabid Bina Marga PUPR Aceh Tamiang Sebutan “Boy”

Aceh |Detikkasus.com -Sungguh sangat lucu, hasil pantauan salah seorang oknum ASN sebutan panggilan “boy”, warga kota langsa. Bekerja di pemerintahan kabupaten (pemkab) aceh tamiang. Dengan pola cara sistemnya, bagaikan kanak-kanak sekolah dasar (SD) yang baru saja belajar menjadi bandit berdasi, yang sangat sungguh memalukan bagi kalangan ASN di daerah aceh tamiang provinsi aceh.

Terkait adanya pelaksanaan proyek swakelola, di tahun 2021 dan 2022 beberapa tahun lalu itu. Disinyalir tanpa adanya transparansi secara publik, terkesan tersembunyi oleh mantan kepala bidang (kabid) bina marga (BM) pupr pemerintahan kabupaten (pemkab) aceh tamiang sebutan panggilan “boy”.

Anehnya lagi, setelah sebutan panggilan “boy” itu. Sudah tidak menjabat lagi, di kabid bina marga kantor dinas pupr pemkab aceh tamiang tersebut. Yang saat ini juga, dirinya “boy” menjabat di bidang unit lelang proyek (ULP) di kantor bupati aceh tamiang tersebut. Yang sampai saat ini juga, belum ada tanda-tanda melakukan transparansi apa yang sempat dirinya “boy” itu, di masa itu dirinya pernah menjabat kabid bina marga PUPR aceh tamiang.

Sesuai adanya himpunan informasi, dari beberapa nara sumber yang enggan namanya mau di sebutkan secara publik. Dan juga, ketika wartawan media online ini. Menerima adanya informasi yang kurang ada keterbukaan secara publik atau pun tidak adanya transparansi untuk publik, ” mulai terhitung pada tahun 2019 sampai dengan (s/d) tahun 2022 boy.

Berlanjut pada tahun 2022 sampai dengan (s/d) tahun 2024, saat ini kepala bidang (kabid) bina marganya adalah ‘nonik, juga masih saja terselubung. Berapa nilai anggaran dana swakelola yang sudah di salurkan oleh pihak ke dua oknum ASN pejabat yang masih menjabat atau pun yang sudah tidak menjabat lagi”. Imbuh nara sumber itu, membeberkan kepada wartawan media online di aceh ini. Kemarin pada tanggal, 04 juni 2024 sekitar pukul.14.57.wib sewaktu bertemu di salah satu cafe di kota langsa.

Parahnya lagi, kembali menuju ke mantan kabid BM kantor dinas pupr pemkab aceh tamiang. Sebutan panggilan “boy” sewaktu dilakukan konfirmasi dengannya itu, melalui selular chat whatsappnya tersebut. Dengan nomor selularnya itu, 081167xx11. Tentang proyek swakelola pada tahun 2019 s/d 2022 boy. Yang dikerjakan oleh masyakarat, juga di bawa kendali pak boy..berapa jumlah anggaran dana swakelola tersebut pak boy..karena dugaan juga tidak ada transparansi pak boy pada saat itu. Pak boy menjabat di kabid bina marga PUPR aceh tamiang pak boy..Ijin pak boy..blh bisa sedikit komentarnya dari pak boynya, Ijin pak boy..jwbnnya. Kemarin itu, 04 juni 2024 sekitar pukul.15.43.wib.

Sekelang beberapa menit kemudian, sebutan panggilan “boy” itu. Langsung merespon dan membalasnya, dengan kata komentarnya lewat chat whatsapp selular yang dia sampaikan. “2019 sy belum di PU, Masa pak ageng. 2021 ad pecing2 aspal sm perbaiki lantai jembatan… Abg ke kantor PU.aja, Jumpai til teknis swakelola. Krn swakelola.ad team teknis nya, Sy gak pegang data…. Benar sy kabid.. tp swakelola ad SK khusu dar kadia langsunh unt team perenvana team psngawas dan pelaksana nya”, tuturnya “boy” pada saat itu. Tertanggal 04/06/2024, sekitar pukul.15.52.wib.

Ironisnya lagi, pantauan wartawan media online di aceh ini. Terpantau dari hasil yang dia “boy” komentari itu, Sekelang beberapa hari kemudian. Dini hari selasa 11/06/2024 sekitar pukul.12.23.wib. Ternyata pesan komentarnya telah di hapus olehnya kembali, yang di khawatirkan olehnya apa yang dia sebutkan itu. Takut di jadikan narasi komentar acuan pemberitaan media online, bahkan juga nomor whatsappnya telah di blokirnya. Yang ternyata kembali, dia anggap, usainya di hapus oleh sebutan panggilan “boy” itu. Sudah hilang, untuk lah wartawan media online di aceh ini. Sebelum dirinya “boy” melakukan penghapusan pesan komentarnya itu, sudah di lakukan copy paste terlebih dahulu.

Dugaan kembali, “Boy” mantan kabid bina marga kantor dinas PUPR pemkab aceh tamiang. Terkesan takut terbongkar boroknya diduga hasil korupsinya, saat pihak APH dari kepolisian dan pihak kejaksaan melakukan penyelidikan atau penyidikan secara khusus.

(Jihandak Belang/Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *