“T.M” Kasubbag Keuangan Dinkes Pemko Langsa Tersentak, Dana stanting Itu Dikelola Oleh Puskesmas

Terkait Anggaran Dana Kesehatan Gizi Anak, Mencapai Prediksi Rp.1,5 Milyar Rupiah Di 5 Puskesmas Kecamatan Di Kota Langsa, Kini Menjadi Sorotan Publik. “Kemana Sisa Anggaran Dana DAK BOK APBN, Dugaan Di Sembunyikan”

Aceh |Detikkasus.com -TM Kasubbag Keuangan Dinkes Pemko Lanngsa, buang badan terlait dana stansting itu di kelola oleh 5 Puskesmas, bukan dirinya kelala.

Sungguh sangat miris dalam kejadian di tahun 2023 lalu, ada pun terkait anggaran dana kesehatan gizi anak, yang kini telah di salurkan oleh pihak pemerintahan pusat di jakarta.

Dengan nama anggaran dana utu, di sebut DAK BOK APBN pusat. Mencapai prediksi Rp.1,5 milyar rupiah di salurkan di lima (5) puskesmas kecamatan di daerah naungan pemerintahan kota (pemko) langsa, kini menjadi sorotan publik. “Kemana sisa anggaran dana DAK BOK APBN, dugaan di sembunyikan.

TM kepada Wartawaan Sabtu ( 6/1/2024) dengan mengatakan uang stanting itu di kelola oleh Puskesmas, dana BOK, ujarnya.

Sesuai pula, adanya komentarnya “T.M”. Selaku kepala sub bagian (kasubbag) keuangan di kantor dinas kesehatan (dinkes) kota langsa.

Dirinya “T.M” itu, sempat mengomentari. ““pada sebenarnya anggaran dana awal. Stanting itu, berjumlah kalau tidak salah sekitar Rp.1,5 milyar rupiah. Yang sudah di gunakan, belum ada lapiran, bentuk anggaran dananya DAK apbn dari jakarta. Yang di plotkan ke lima (5) puskesmas kecamatan di kota langsa, kalau ada lun sisa anggaran dana yang di tangani oleh ke lima puskesmas kecamatan itu, mereka belum ada lapiran dengan saya. Hasil laporan mereka itu. Kalau cara sistem mekanismenya, ada pun sisa anggaran dana di lima puskesmas kecamatan tersebut. Mekanismenya, dari dak apbn pusat masuk ke rekening lima puskesmas dikecamatan.

Berdasarkan Sk kuasa pengguna anggaran dana, dan di lima puskesmas kecamatan itu. Yang diterbitoan oleh pj wali kota langsa di daerah tersebut, masing-kasing daerah kabupaten/kota itu sendiri. Berlanjut, dari sisa anggaran dana yang mereka memiliki namanya saldo, jadi kalau anggaran dana Rp.1,5 milyar tersebut tidak habis mereka gunakan. Anggaran dana itu, kembali ke saldo mereka di setiap puskemas di lima kecamatan tersebut, maka. Kalau ada program pada tahun depannya atau perencana berikutnya, pihak apbn pusat tinggal menambahkan anggaran dana yang berapa sisa pada tahun yang lalu. Untuk tahun depannya.” Ujarnya “T.M” itu, memaparkan selaku pejabat kasubbag keuangan kantor dinkes pemko langsa.

Parahnya lagi, ketika kalangan sejumlah wartawan media online nasional di aceh ini. Sempat bertemu kepadanya “T.M” kasubbag keuangan kantor dinkes pemko langsa, yang ke dua kalinya. Bertemu di salah satu tempat warung cafee di seputaran matang seuliemeng kecamatan langsa barat kota langsa. Kemarin, 06/01/2024 berawal bertemu sekitar pukul.11.30.wib.

Dirinya “T.M” kasubbag keuangan dinkes pemko langsa tersentak, bahwa komentarnya naik secara publik di media online ini. Berlanjut, “T.M” kasubbag keuangan kantor dinkes kota langsa pun. Langsung kembali, mengomentari dalam hal pemberitaan itu. Yang telah terjadi terbit, menurutnya “T.M” kasubbag keuangan itu. Membeberkan kembali, dihadapan kalangan sejumlah wartawan media online nasional di aceh ini.

“Itu bang, sebenarnya anggaran dana DAK BOK asal APBN pusat jakarta. Yang disalurkan langsung, kepada pihak masing-masing kepala puskesmas di lima (5) kecamatan di kota langsa. Tapi ini bang, bukan klarifikasi berita bang, jangan pula bang tulis pula lagi. Itu sebenarnya DAK BOK pusat bang, pada sebenarnya. Pada edisi pemberitaan pertama (1) itu, bukan saya seharusnya melakukan klarifikasi bang. Tapi, di dalam pemberitaan itu. Tidak ada di lakukan klarifikasi hanya komentar pihak puskesmas saja, dalam hal anggaran dana tersebut. Mereka yang telah mengkelola uang itu bang, anggaran dana itu sekitar Rp.1,2 milyar.

Jadi begini saja bang, karena orang itu yang kelalo anggaran dana stanting di lima (5) kecamatan puskesmas di kota langsa, dalam hal ini. Saya tidak ada keterlibatan penggunaan anggaran anggaran dana tersebut, saya hanya pihak dari pengawasan (pemantauan) di mereka saja. Setahu saya bang. Tapi jangan bang tulis, itu anggaran dana. Adalah pemberian dari DAK BOK APBN pusat bang, jadi yang kelola selaku kuasa pengguna anggaran (kpa) adalah mereka.” Pungkasnya, “T.M” kasubbag keuangan kantor dinkes pemko langsa. Sampai dengan sekitar pukul.13.22.wib mengakhiri dalam pertemuan itu.

(Jihandak Belang/TR.25/Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *