Jombang | Detikkasus.com – SMK Negeri 1 Jombang semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu sekolah vokasi unggulan di Kabupaten Jombang dengan kesiapan penuh menuju penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Langkah strategis ini menjadi tonggak penting dalam upaya transformasi tata kelola sekolah yang lebih mandiri, profesional, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Kesiapan SMKN 1 Jombang menuju BLUD diperkuat dengan terbitnya surat rekomendasi dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang. Rekomendasi tersebut diberikan setelah melalui penilaian terhadap berbagai aspek, mulai dari manajemen sekolah, kesiapan administrasi, hingga pengelolaan unit layanan dan unit produksi yang telah berjalan secara berkelanjutan.
Sebagai SMK rujukan yang selama ini dikenal aktif menjalin kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), SMKN 1 Jombang dinilai telah memiliki fondasi yang kuat untuk menerapkan pola pengelolaan keuangan BLUD.
Berbagai program keahlian, teaching factory, serta unit layanan berbasis kompetensi yang dimiliki sekolah menjadi modal utama dalam mewujudkan pengelolaan yang lebih fleksibel namun tetap akuntabel.
Kepala SMKN 1 Jombang, Abdul Muntolib, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa bangga dan optimisme atas langkah besar yang akan ditempuh oleh sekolah yang dipimpinnya. Menurutnya, penerapan BLUD bukan sekadar perubahan sistem pengelolaan keuangan, tetapi merupakan lompatan besar dalam pengembangan sekolah secara menyeluruh.
“Dengan adanya BLUD ini, kami merasa bangga sekaligus bersyukur. Ini adalah bentuk kepercayaan bahwa SMKN 1 Jombang dinilai siap mengelola sekolah secara lebih baik, profesional, dan mandiri. Melalui BLUD, kami memiliki ruang yang lebih luas untuk mengatur pengelolaan sekolah serta mengembangkan berbagai potensi yang ada,” ujar Abdul Muntolib kepada Detikkasus.com.
Ia menambahkan, selama ini SMKN 1 Jombang telah menjalankan berbagai unit layanan dan unit produksi yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran praktik bagi peserta didik, tetapi juga memberikan layanan nyata kepada masyarakat.
Dengan penerapan BLUD, unit-unit tersebut diharapkan dapat berkembang lebih optimal, tertata secara manajerial, dan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Penerapan BLUD juga diyakini akan memperkuat daya saing SMKN 1 Jombang sebagai lembaga pendidikan vokasi.
Fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan memungkinkan sekolah untuk lebih cepat merespons kebutuhan pengembangan sarana dan prasarana praktik, peningkatan kompetensi guru, serta inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri.
Lebih jauh, BLUD membuka peluang bagi SMKN 1 Jombang untuk memperluas jejaring kerja sama dengan mitra industri. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis praktik, tetapi juga memperkuat penyerapan lulusan di dunia kerja.
Dengan demikian, lulusan SMKN 1 Jombang diharapkan semakin siap, kompeten, dan adaptif terhadap dinamika pasar kerja.
Abdul Muntolib menegaskan bahwa pihak sekolah berkomitmen menjalankan BLUD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Seluruh tahapan persiapan terus dimatangkan secara bertahap, mulai dari penataan sistem administrasi, penguatan tata kelola keuangan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah.
“BLUD bukan semata soal keuangan, tetapi tentang bagaimana sekolah bisa berkembang secara berkelanjutan. Tujuan utama kami tetap pada peningkatan mutu layanan pendidikan, pembelajaran yang berkualitas, serta penciptaan lulusan yang unggul dan berdaya saing,” tegasnya.
Dengan kesiapan yang terus dimantapkan, SMKN 1 Jombang optimistis mampu menjadi role model penerapan BLUD di tingkat SMK, khususnya di Kabupaten Jombang. Transformasi ini diharapkan semakin mengukuhkan SMKN 1 Jombang sebagai sekolah vokasi unggulan yang mandiri, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di era modern.
(Jum)






