Setelah Di Lakukan Hantaman Berita Secara Media Online, “Saipul” Kaur Pembangunan Perangkat Desa Alur Dua Bakaran Batee.

Terkesan Unjuk Giginya Ompong itu, Yang Ternyata Hanya Berkombur Saja, Tidak Miliki Nyali, Sebatas Nyali Gertak Sambal Saja.

Langsa Baro |Detikkasus.com -Baru kali ini, salah satu seorang sebutan panggilan “saipul” pejabat perangkat desa rendahan. Yang telah memalukan, perangkat desa lainnya. Setelah dilakukan hantaman berita secara media online di aceh ini, “saipul” kaur pembangunan perangkat desa alur dua bakaran batee kecamatan langsa baro kota langsa.

Terkesan Unjuk giginya ompong itu, yang ternyata hanya berkombur saja. Tidak miliki nyali, sebatas nyali gertak sambal saja. Oleh dirinya “saipul” layaknya orang tidak berpendidikan saja. Terkait, adanya hantaman pemberitaan media online ini. Sempat terjadi secara publik media masa, berjudul. Diduga takut terbongkar borok hasil kerja pembangunan rabat beton bahu jalan lorong pendidikan, yang dilaksanakan oleh TPK kaur pembangunan desa gampong alur dua bakaran batee, Terkesan menantang, dan disinyalir kebal hukum. Dugaan adanya penciutan dana anggaran pagu senilai Rp.14,500 juta rupiah, terbitan pada tanggal 12 juni 2024 kemarin lalu.

Parahnya lagi, setelah di hantam dengan pemberitaan di media online di aceh ini. Serta juga di langsir pemberitaan itu kepada “saipul” kaur pembangunan desa alur dua bakaran batee tengik itu, yang juga berlagak sok suci dalam berdebu. Apa yang telah dia kerjakan tersebut, kemarin langsiran itu di sampaikan melalui chat whatsapp selularnya “saipul” itu rabu 12 juni 2024 sekitar pukul.19.08.wib.

Pada dini hari kamis 13/06/2024, dengan tiba-tiba “saipul” kaur pembangunan desa alur dua bakaran batee tengik itu. Muncul respon dan balasan chat whatsapp selularnya yang di sampaikan kepada selular chat whatsapp wartawan media online di aceh ini, dengan tengik jawabannya itu. Seakan-akan dirinya serta mamaknya yang punya kuasa di negara kesatuan republik indonesia ini, juga mengandalkan wartawan yang ada di gampongnya itu. Di anggap juga dirinya bisa di bekap oleh yang dia sampaikan tersebut, “Di Gampong ini banyak wartawan yg memantau desa. Dan gak perlu wartawan seperti kau. Kau urus aja kampung kau sendiri.  Dan  banyak belajar lagi mengenai pers”, tuturnya yang tengik itu. Berlagak sok pakar pers, pada hal dirinya dugaan hanya bandit mark-up korupsi penciutan dana anggaran pekerjaan pembuatan rabat beton bahu badan jalan.

Lorong pendidikan, yang tidak masuk di akal. Menghabiskan dana mencapai Rp.14,500.000,- tersebut. Menurut bung karo-karo, menyikapi hal yang telah dia sampaikan kepada wartawan media online di aceh ini. Selaku pengurus bidang biro investigasi monitoring & intelijen (IMI) lembaga badan peserta hukum reclasseering Indonesia (L.BPH.RI) komisariat daerah (komda) langsa, menegaskan. “Tau apa dia tentang pers, orang kau pembangunan desa saja. Yang coba-coba belajar menjadi dugaan bandit Mark-Up korupsi aja, berlagak sok menggurui tentang pers, sudah berapa lama “Saipul” tengik itu menjadi anggota pers.

Jangan sok berlagak dia aturan tentang kinerja pers..masih bisa di hitung dengan jari aja, sudah berlagak sok dewan pers. Dewan pers tengik iya itu, ngak usah lah berlagak sok suci kali itu manusia. Berlagak sok suci tapi munafik, orang tengik aja kok didengar. Pergaulannya masih di desa itu ajanya, belum lunas pergaulannya. Mungkin kalau di luar kota langsa, dengan cara sikapnya itu. Mungkin sudah masuk paret dia di buat orang”, pungkasnya menimpali dengan tegas kepada wartawan media ini. Dini hari kamis 13/06/2024, sekitar pukul.19.06.wib.

(Jihandak Belang/Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *