Sebanyak 50 Anggota Pramuka Ikuti Pelatihan Relawan Covid-19 Yang Digelar Pemerintah Kota Madiun

oleh -

MADIUM I detikkasus.com – Pemerintah Kota Madiun terus berupaya memperkuat tim penanganan pasien Covid-19 di wilayah Kota Madiun. Terbaru, Pemerintah Kota Madiun mengajak anggota Gerakan Pramuka untuk menjadi relawan tenaga kesehatan Covid-19. Pelatihan dasar dan keterampilan khusus pun diberikan untuk mempersiapkan para relawan sebelum terjun ke lapangan.

Sebanyak 50 orang Brigadir Penolong Pramuka mengikuti pelatihan tersebut. Setelah dilatih, mereka akan ditempatkan di tempat isolasi dan membantu tugas nakes di bidang non medis. Seperti distribusi logistik atau berjaga di puskesmas, rumah sakit maupun membantu petugas Dinkes.

“Di tempat isolasi nanti mungkin akan ditempatkan di tempat piket, dapur dan mengantarkan makanan untuk pasien Covid-19. Jadi intinya untuk melakukan pekerjaan perawat untuk non medis,” ungkap Wali Kota Madiun H. Maidi saat membuka pelatihan di Taman Edukasi Ngrowo Bening, Senin (25/1/2021).

Para peserta mendapatkan materi dasar manajemen di lokasi isolasi pasien Covid-19. Salah satunya, penggunaan alat pelindung diri (APD) Level 3. Seperti penutup kepala, masker, sarung tangan, hingga baju hazmat.

Meski begitu, wali kota menegaskan bahwa para relawan tidak akan ditempatkan pada sektor medis. Namun, tugasnya membantu perawat untuk mengerjakan tugas-tugas non medis. Rencananya, mereka juga akan ditempatkan di beberapa fasilitas kesehatan. Di antaranya, di ruang isolasi Wisma Haji dan di puskesmas.

‘’Mereka sudah setara dengan pelatih dan pembina. Jadi, tidak ada yang masih usia sekolah. Kalaupun ada akan kami minta surat pernyataan persetujuan dari orang tuanya. Kalau orang tua tidak mengizinkan, tentu tidak kami ikutkan,’’ ungkapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *