Satpol PP Kabupaten Madiun Ukir Prestasi Tingkat Propinsi Jatim

oleh -

MADIUN I detikkasus.com – Team Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun kembali mengukir prestasi pada kegiatan Jambore Satpol PP Propinsi Jawa Timur. Pada gelaran Jambore Ke-17 Tahun 2019 ini Team Satpol PP Kabupaten Madiun. mendapatkan juara Umum Ke III dan berhak mendapatkan Piala dan Piagam dari Gubernur Jawa Timur. Adapun juara Umum Pertama diraih oleh Satpol PP Kabupaten Pasuruan disusul kemudian Satpol PP Kabupaten Sidoarjo sebagai Juara umum ke dua, dan juara favorit diraih oleh Satpol PP Kabupaten Tuban.

Penyerahan piala dan piagam dilaksanakan bersamaan dengan upacara penutupan Jambore kali ini. Jambore ke -17 Tahun 2019 ini di ikuti oleh seluruh perwakilan Satpol PP 38 Kabupaten dan Kota di Propinsi Jawa Timur.

Jambore Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur ke-17 tahun 2019 digelar. Jambore yang digelar di Taman Wisata Selorejo Kabupaten Malang selama 4 hari (15-18 Oktober 2019). Kegiatan ini bermaksud untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas kinerja Satpol PP. Karena Satpol PP dinilai memiliki peran penting di tengah masyarakat. Tugasnya sebagai pengayom masyarakat membuat Satpol PP harus bekerja secara humanis dan minim kekerasan saat di lapangan.

Kasatpol PP Propinsi Jawa Timur Budi Satoso bertindak selaku Inspektur Upacara Penutupan. dan Kasatpol PP Kabupaten Madiun bertindak selaku Komandan Upacara.

“kita bukan musuh masyarakat, namun humanis dan edukatif serta memberi pemahaman tentang regulasi di Jatim,” ujar Budi Santoso membacakan sambutan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat menutup pelaksanaan Jambore, Jumat (18/10/2019).

Upaya ini, katanya, harus ditegakkan terutama di masa penyebaran hoax yang semakin deras seperti saat ini. “Saya mengimbau agar Satpol tidak terprovokasi dengan informasi-informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujarnya.

Dikatakannya, profesional dalam bekerja, humanis dan berdedikasi, disiplin serta tegas merupakan unsur yang harus dipenuhi Satpol PP. Maka apabila layanan tidak tersampaikan maksimal maka gunakanalah komunikasi melalui online yang memiliki jangkauan ke masyarakat lebih luas.(Handri/Anang Sastro).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *