Kuningan l Detikkasus.com – Kejadian pembacokan pada Sabtu 29 November 2025, sekira pukul 19.20 WIB. Berawal dari Media Sosial (Medsos) Tiktok, korban Eko saling sindir di Medsos.
Perbincangan mereka memicu adanya perkataan-perkataan yang menyinggung korban Eko.
Menurut Alan selaku narasumber media ini, kejadian tersebut, bertepatan dengan perayaan ulang tahun Grab on Road di Kota Cirebon yang ke -23 tahun.
Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Cafe Bluesky-Kuningan, Jawa Barat.
“Acara tersebut, mengundang rekan-rekan GBR dari berbagai daerah, salah satunya dari daerah Cianjur yang di dalamnya ada pihak terlaporpun sudah datang di Sabtu pagi, sempat mengunggah di Medsos yakni akun Tiktok, mengatakan bahwa Petir ke si korban Eko telah hadir di Kota Cirebon dan siap adu tanding (duel),” kata Alan.
Korban Eko dan Adi, kata Alan, mendatangi pihak GBR Juan Petir dari Cianjur yang sedang menginap di Losmen Cemara.
Korban Eko masuk ke kamar 21, di mana di dalam kamar tersebut ada 5 orang terlapor dengan bermaksud untuk melakukan perjanjian duel tersebut.
Awalnya Korban Eko tidak mau mengganggu dan merusak acara ulang tahun tersebut, mereka berdua meminta kepada Adam selaku Ketua GBR agar bisa dipertemukan.
Adam menyetujui pertemuan itu dengan syarat tidak boleh membawa alat tajam berbentuk apapun.
Eko menyetujui permintaan Adam, lalu mereka menuju Losmen Cemara dan dikawal oleh anggotanya.
Beberapa lama kemudian mereka adu cekcok dan sempat menodongkan pistol dan terjadilah pembacokan tersebut.
Korban yang sedang bersama istrinya kemudian dipukul oleh para terlapor.
Korban langsung dibacok di depan Losmen Cemara tersebut dan istrinya diinjak-injak oleh para pelapor.
Adi selaku adik korban melihat kejadian tersebut, sempat menolong, namun Adi terkena tebasan sehingga mengalami luka tebasan di kepala dan badan.
“Akhirnya rekan-rekan korban pun melaporkan kejadian ini kepada pihak Polres Kuningan dengan surat tanda pelapor LP/B 191/X1/RES.1.6/2025/SPKT/RES KUNINGAN JAWABARAT kuningan 29/nop/2025,” kata Alan. (Amy)
Amy






