RSUD Rantauprapat Telantarkan Pasien. Perawat Berkata Suamiku POLISI. Security Datang

oleh -

Detikkasus.com l Labuhanbatu – Sumut

Senin (04/01/2021) Sekira Pukul 01:45 Wib. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara. Sempat telantarkan pasien diruangan bersalin, perawat yang piket berkata suamiku POLISI, seiring waktu berjalan kemudian dua orang Security datang, satu security berkata anda kemari untuk mencari kesalahan ia, sedangkan security yang satu lagi bertanya siapa nama lengkap dan mengambil poto awak media.

Salah seorang perawat berkata “Anda siapa, anda merekam atau mengambil Poto ia, anda tidak berhak mengambil poto atau merekam dalam ruangan ini, ada aturanya, lihat didinding tembok itu. Anda yang pernah memberitakan saya waktu itu ia, anda saya cariin waktu itu, kalau saya ketemu waktu itu saya perkarakan, suamiku POLISI. Saya gak mau memberikan layanan informasi, sebab. Saya sekarang ini merasa terganggu.”

“Awak media membenarkan adanya mengambil Poto dan rekaman sebagai Dokumentasi, karena. Sebelumnya awak media sudah memperkenalkan diri dan maksud tujuan untuk konfirmasi, terkait pungsi pelayanan perawat pada jam piket kepada pasien yang sedang merintih menahan rasa sakit. Awak media memperkenalkan diri kepada perawat yang memakai baju biru, tapi. Perawat yang memakai baju warna merah malah emosi.”

Sekira Pukul 01:45 Wib, awak media melihat pasien atas nama Ernawati dari Desa Perk Sennah, dalam kondisi merintih-rintih akibat menahan rasa sakit, didalam ruang bersalin Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat, tanpa seorang pun perawat yang menemani pasien. Suami pasien mengutarakan

Sedih kali bang situasi pelayanan pasien diruangan bersalin ini. “Ketika dibanguni perawatnya, bukannya memberikan solusi yang mudah diterima akal sehat, dan atau memberi obat seharusnya.”

“ia hanya berdiri dari kejauhan dan berkata, biasa nya itu, namanya mau melahirkan ia sakitla, mana ada yang enak jika mau melahirkan, gak berapa lama ia pergi menuju ruangan kamar, kemungkinan langsung tiduran hingga tertelap, padahal istriku sudah hitungan jam selalu merintih menahan sakit.” ujar suami pasien

Awak media melihat kondisi pasien meringis karena menahan rasa sakit yang tak hentinya, kemudian luar ruangan istirahat perawat, awak mencoba untuk membangunkannya dengan cara memanggil Buk buk buk, ia siapa, ujar perawat dari dalam ruangan, sembari keliatan perawat yang berbaju biru keluar. Setelah posisi berhadapan, awak media memperkenalkan diri sekaligus keinginan konfirmasi mengenai pelayanan perawat terhadap pasien.

Tak lama kemudian perawat berbaju merah keluar dari ruang istirahatnya, katanya. Anda siapa, anda merekam atau mengambil Poto ia, anda tidak berhak mengambil poto atau merekam dalam ruangan ini, ada aturanya, lihat didinding tembok itu. Anda yang pernah memberitakan saya waktu itu ia, anda saya cariin waktu itu, kalau saya ketemu waktu itu saya perkarakan, suamiku POLISI. Saya gak mau memberikan layanan informasi, sebab. Saya sekarang ini merasa terganggu.

Seiring waktu berjalan kemudian dua orang Security datang, satu security berkata anda kemari untuk mencari kesalahan ia, sedangkan security yang satu lagi bertanya siapa nama lengkap dan mengambil poto awak media. Setelah kedua orang Security mengambil poto, kemudian kedua Security pergi dari ruangan bersalin, sang perawat pun masuk kembali kedalam ruang istirahatnya.

Sekira 20 menit datang DAVID SIREGAR Fraksi Golkar, Anggota DPRD Labuhanbatu melihat kondisi pasien yang tiada hentinya merintih menahan rasa sakit. David Siregar tak tahan melihat situasi pasien, iapun bergegas menuju tempat istirahat sang perawat. Dari depan ruang istirahat sang perawat David Siregar memanggil. Setelah kedua perawat keluar dari ruangan terjalinlah komunikasi, sejak dari situ barulah terlihat reaksi kedua perawat sebagai pelayan masyarakat.

Ditempat terpisah Yunus Laia menyayangkan sikap kedua perawat, yang terbilang tidak kooperatif dalam menjalankan pungsinya sebagai pelayan masyarakat. Sebagai perawat seharusnya dapat meningkatkan hubungan dengan pasien, sehingga terjadi hubungan timbal balik yang sangat baik antara sipasien dan perawat. Apakah mungkin kedua oknum perawat itu sengaja dilindungi Dr. Syafril Dirut RSUD.

“Sangat terbilang miris situasi pelayanan kedua perawat diruang bersalin RSUD Rantauprapat, masak harus menunggu datang anggota DPRD baru mereka lakukan pelayanan prima terhadap pasien. Lalu, bagaimana ia nasip pasien bersalin yang tidak punya keluarga anggota DPRD.” Aduuh, bisa jadi nantinya semakin pesat anggka kematian, hanya karena ulah dari ketidak kooperatifnya sang perawat.” Ujar Yunus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *