Reses di Desa Ngrandulor, Donny Anggun Tampung Keluhan Warga Jalan Rusak dan Banjir

oleh -

Jombang | Detikkasus.com – Serap aspirasi yang dilakukan Politisi PDI Perjuangan Donny Anggun, jalan yang rusak dan banjir menjadi isu sentral pokok pembahasan aspirasi dari masyarakat.

Tak hanya itu, hama tikus bagi para petanipun tak luput dari pembahasan yang dinisiasi oleh masyarakat petani.

“Ada tiga pokok usulan masyarakat, jalan rusak, banjir dan hama tikus bagi para petani,” ungkap Donny saat diwawancarai setelah reses di Desa Ngrandulor, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, pada Senin, (10/5/2021).

Serap aspirasi yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang ini dihadiri perangkat desa, masyarakat tani dan tokoh masyarakat Desa Ngrandulor.

Nur Faizah, mewakili perangkat desa setempat mengatakan, bahwa jalan rusak parah berada di Dusun Macekan, yang merupakan jalan penghubung Desa Ngrandulor ke Desa Tengaran. Ia mengatakan, bahwa pembangunan jalan rusak tersebut pernah dibahas pada musyawarah rencana pembangunan pada tahun 2019 lalu, namun sampai saat ini kondisinya masih rusak dan belum ada perbaikan.

“Dulu pernah diajukan di Musrenbang antara tahun 2019an, namun belum tahu sampai saat ini kok belum juga terealisasi,” ungkap Nur Faizah pada forum diskusi penyampaian aspirasi.

Selain jalan yang rusak, kata dia, saat musim penghujan juga sering terjadi banjir di kawasan Dusun Macekan, dan nampak terlihat seperti daerah yang kumuh dan kotor.

“Lebih parah, saat musim hujan, Dusun Macekan ini selalu banjir, bahkan terlihat kumuh dan kotor,” imbuhnya.

Selain aspirasi Nur Faizah mewakili warganya, keluhan lain juga disampaikan oleh Slamet, petani asal Desa Ngrandulor, ia mengaku bahwa saat musim penghujan datang, gagal ipanen sudah menjadi langganan bagi para petani.

“Banjir ini mengakibatkan gagal panen, solusinya harus ada normalisasi sungai avour, musim hujan sawah seringkali menjadi lautan air,” ungkap Slalamet, petani yang juga menjabat sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Peterongan ini.

“Bahkan, kalau banjir, bisa menjadi 2 sampai 3 kali menanam padi, karena mati terendam dan harus tanam ulang,” tambahnya.

Menurutnya, momok bagi petani di Desa Ngrandulor bukan hanya banjir, hama tikus juga sering menjadi ketakutan bagi petani.

“Pernah petani sampai membayar jasa gopyok tikus dengan diberi harga Rp. 2.000,- per ekornya,” kata dia.

Donny Anggun menampung semua aspirasi itu, perihal jalan rusak akan dilakukan pengecekan ke dinas PUPR Kabupaten Jombang, begitupun dengan normalisasi sungai.

“Kita akan melakukan pengecekan ke dinas PUPR, pembangunan kemarin banyak yang tertunda lantaran pandemi Covid-19,” ujarnya.

Sedangkan untuk solusi hama tikus, politisi muda dari PDI Perjuangan ini akan mengkaji dan mendorong Pemerintah Kabupaten untuk melakukan gopyokan tikus secara serentak se Kabupaten Jombang di waktu yang bersamaan.

“Untuk hama tikus, kita akan dorong Pemerintah Kabupaten Jombang untuk melakukan gopyok tikus serentak se Kabupaten Jombang satu waktu, cara ini patut dilakukan, untuk memberantas hama tikus yang menjadikan gagal panen,” pungkasnya.

Reporter: Jmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.