Aceh Singkil | detikkasus.com -Proyek renovasi Puskesmas Pembantu (Pustu) Mukti Jaya Kecamatan Singkohor tengah menjadi perbincangan hangat setelah muncul keluhan terkait kondisi pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Sejumlah pekerja terlihat bekerja tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai standar, sementara pengawas proyek maupun pihak pemborong disebut tidak berada di lokasi pada saat pengerjaan berlangsung.
Pantauan warga menunjukkan bahwa beberapa pekerja melakukan aktivitas renovasi tanpa helm proyek, sepatu keselamatan, maupun perlengkapan dasar lainnya. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan kerja serta kualitas pengerjaan bangunan yang merupakan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kami sering lihat pekerja bekerja tanpa perlengkapan keselamatan. Yang lebih mengherankan, tidak ada pengawas atau pemborong yang memantau langsung,” ujar salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, Selasa (2/12/2025)
Berdasarkan hasil wawancara dengan pekerja di lapangan, diketahui bahwa pemborong pekerjaan tidak berada di lokasi proyek secara rutin. Menurut keterangan pekerja, pemborong kemungkinan berada di Sumber Mukti kecamatan Kota Baharu untuk mengerjakan atau mengawasi pekerjaan lainnya di sana.
Selain itu, pekerja menyampaikan bahwa pengawas dan pemborong hanya datang ke lokasi sekitar tiga hari sekali. Kehadiran mereka tidak setiap hari sehingga koordinasi pekerjaan lebih banyak dilakukan melalui arahan tidak langsung atau menunggu kedatangan periodik dari pihak pemborong ataupun pengawas.
Ketiadaan pengawas di lokasi dinilai dapat berdampak pada ketidakteraturan pelaksanaan pekerjaan, termasuk potensi terjadinya kecelakaan kerja. Warga berharap ada tindakan segera dari pihak terkait agar proyek dapat berjalan sesuai standar keselamatan dan prosedur yang benar.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemborong dan pengawas proyek belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi tersebut. (M. Sianipar)






