Rapat Paripurna DPRD Trenggalek Tentang Penyampaian Sejumlah Catatan Strategis Atas LKPJ Bupati Trenggalek Pada Akhir Tahun Anggaran 2020

oleh -

TRENGGALEK I detikkasus.com – Melalui Rapat Paripurna, DPRD Kabupaten Trenggalek menyampaikan sejumlah catatan strategis atas LKPJ Bupati Trenggalek pada akhir tahun anggaran 2020. Atas rekomendasi tersebut, Bupati Trenggalek menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti catatan-catatan itu sebagai perbaikan penyelenggaraan Pemerintahan.

“Rekomendasi DPRD akan kita tidak lanjuti terutama asumsi bahwa pandemi covid ini harus kita koreksi target-target capaian khususnya indikator dalam RPJMD atau mungkin RKPD setiap tahunnya,” tutur Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, usai mengikuti rapat paripurna DPRD Trenggalek, Jumat (30/4/2021).

Ada tiga hal penting yang digaris bawahi oleh Bupati Trenggalek dalam catatan strategis tersebut. Antara lain terkait penanganan covid-19 yaitu penyesuaian protokol kesehatan pada pelayanan dasar sehingga dapat tetap berjalan, kemudian pemulihan ekonomi dan selanjutnya menggali sumber pemasukan daerah secara lebih presisi.

Terkait pemulihan ekonomi, sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini mulai merangkak naik. Untuk itu perlu percepatan dalam hal belanja daerah.

“Kemarin kita sudah bahas seperti lelang di awal tahun, sekarang setelah refocusing ini selesai segera kegiatan-kegiatan ini harus segera dilaksanakan agar perekonomian juga cepat pulih,” jelas Bupati Nur Arifin.

“Artinya sektor-sektor yang tumbuh positif seperti pertanian dan sebagainya tentunya diharapkan nanti bisa menjadi penopang pemulihan ekonomi di kabupaten,” lanjutnya.

Sedangkan di sektor pendidikan, Bupati Nur Arifin menjelaskan saat ini Pemerintah terus fokus pada program vaksinasi bagi tenaga pendidik. Selain itu juga ada masukan penggunaan tes seperti GeNose sebagai syarat siswa mengikuti pembelajaran tatap muka.

“Nanti kita lihat bagaimana anggarannya jika diterapkan di seluruh SD dan SMP baik yang negeri maupun swasta sebagai prasyarat putra putri mengikuti pendidikan tatap muka, meskipun nanti mungkin kita berlakukan juga tetap secara hybrid, daring dan luring secara bersamaan karena masih harus menjaga jarak,” terangnya. (Adv/Jeg/Nur).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.