Proyek Pelebaran Jalan lintas Sriwijaya menuju Sialang Senilai 9 Milyar yang dikerjakan CV Brothers’ s Monty Sudah Retak

Tanjab | Dalam upaya meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah yang dikenal dengan julukan “Serengkuh Dayung Serentak Ke tujuan “, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabar) tahun 2025 mengalokasikan dana sebesar 9 milyar rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. 9 September 2025 (APBD P.Senilay 9.050.617.080,00 Pelebaran jalan batas.kota Kuala Tungkal -teluk sialang kecamatan Tungkal Ilir kabupaten Tanjab Barat

Proyek yang menjadi prioritas adalah yang menghubungkan ujung Jalan Sriwijaya menuju Desa Teluk Sialang, Kecamatan Tungkal Ilir, yang dikelola langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Kondisi Terkini, Proyek yang menelan anggaran cukup besar yang mengunakan bendera CV BROTHER’S MONTY tersebut,mengalami keretakan tidak hanya pada satu atau dua titik saja,hal ini terlihat jelas di sepanjang ruas jalan. ketika beberapa rekan media melakukan pantauan langsung di lokasi pada hari Jumat (09/01/2026).

Kondisi ini menjadi sorotan masyarakat selalu penguna jalan, mengingat proyek baru saja selesai dan seharusnya mampu bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Saat ditemui di lokasi, salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya memberikan kritikan pedas terhadap kondisi proyek.”Padahal jalan ini baru saja selesai dalam beberapa bulan lalu dikerjakan,kenapa cepat sekali rusak, apa tidak ada pengawasan ya, “ujar warga.

Ia menambahkan potensi penyebab keretakan
disebabkan oleh beberapa faktor potensial, antara lain:diduga Kualitas material beton yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis,Proses pemadatan tanah dasar yang tidak maksimal sebelum pengecoran, Kurangnya ruang ekspansi atau kontraksi beton yang menyebabkan retakan saat terjadi perubahan suhu, Beban lalu lintas yang melebihi kapasitas desain jalan, Pengawasan pelaksanaan konstruksi yang belum optimal selama proses pembangunan, “itu menurut sudut pandang dari kacamata saya,”tandasnya sambil menyarankan rekan Media untuk klarifikasi kedinas terkait biar lebih detail nya.

Lanjutnya ,Pembangunan infrastruktur jalan raya merupakan salah satu kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, mempermudah akses masyarakat ke fasilitas umum, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah. Oleh karena itu, keberadaan keretakan pada proyek yang menggunakan dana sebesar 9 milyar rupiah ini menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pihak berwenang untuk menemukan akar permasalahan dan mengambil langkah tindak yang tepat, guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah dan memastikan bahwa setiap rupiah dana rakyat digunakan dengan benar dan menghasilkan karya yang berkualitas, “tutupnya.

Tim media mengharapkan pihak Dinas PUPR Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat segera memberikan klarifikasi resmi terkait kondisi keretakan pada jalan tersebut.

Termasuk penjelasan mengenai proses pengawasan yang dilakukan selama pembangunan, hasil uji kualitas material dan konstruksi, serta langkah tindak yang akan diambil untuk menangani permasalahan ini apakah akan dilakukan perbaikan atau evaluasi lebih lanjut terhadap penyebab keretakan.

Selain itu, diharapkan juga pihak kontraktor (CV BROTHER’S MONTY) dapat memberikan penjelasan terkait mutu pekerjaan yang telah diselesaikan, serta apakah terdapat mekanisme garansi mutu pada proyek ini.(Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *