Problematika Pendidikan Karakter

oleh -

Detikkasus.com | Dewasa ini pendidikan karakter mulai digencarkan di seluruh institusi pendidikan. Pasalnya memang saat ini Indonesia tengah mengalami krisis moral. banyak fenomena yang menncerminkan rendahnya karakter dan moralitas bangsa, salah satunya adalah kasus korupsi yang enggan angkat kaki dari ngeri ini.

Karenanya pendidikan karakter sangat diperlukan untuk memperbaiki moral anak bangsa. Tetapi penerapan pendidikan karakter di sekolah-sekolah juga menuai beberapa problematika. Salah satunya adalah dilema antara mengejar kepentingan tes dan mengutamakan pembentukan karakter siswa. KI HAJAR DEWANTARA menyatakan bahwa pendidikan merupakan upaya menumbuhkan budi pekerti(karakter), pikiran(intellect) dan tubuh anak. Ketiganya tidak boleh dipisahkan, agar anak dapat tumbuh dengan sempurna.

Jadi menurut KI HAJAR DEWANTARA, pendidikan karakter merupakan bagian penting yang tidak boleh dipisahkan dalam isi pendidikan kita.(Muchlas dan Hariyanto:2017). Akan tetapi pelaksanaan pendidikan karakter kerap kali terbentur oleh kepentingan seleksi atau tes masuk sekolah. Karena sekolah yang sudah menerapkan pendidikan karakter umumnya adalah sekolah-sekolah favorit. Padahal untuk mengetahui bagaimana karakter dasar seorang siswa tidak bisa dilihat hanya melalui seleksi akademik,melainkan dilihat dari perilaku dan keseharian siswa tersebut.

Penilaian pencapaian perilaku berkarakter didasarkan pada indikator nilai karakter. Karena adanya tes seleksi masuk sekolah favorit banyak siswa yang tidak mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan karakter seperti yang ada disekolah favorit tersebut. Itulah yang menjadi permasalahan yang terpenting. Pendidikan karakter yang seharusnya merata diseluruh institusi pendidikan akhirnya tidak dapat terlaksana dengan baik.

Padahal indonesia saat ini sangat membutuhkan agen perubahan yang berkarakter dan bermoral luhur. Di dalam kebijakan nasional, antara lain ditegaskan bahwa pembangunan karakter bangsa merupakan kebutuhan asasi dalam proses berbangsa dan bernegara, Sejak awal kemerdekaan, bangsa indonesia sudah bertekad untuk menjadikan pembangunan karakter bangsa sebagai bahan penting dan tidak dipisahkan dari pembangunan nasional.

Dengan adanya kepentingan tes seleksi masuk sekolah berkurikulum pendidikan karakter yang notabene adalah sekolah favorit, itu sedikit melukai tujuan utama pendidikan karakter untuk menempah anak Indonesia menjadi pribadi berbudi pekerti luhur. Pembedaan dan seleksi akademik tidak menjamin bahwa siswa yang lolos seleksi adalah siswa berperilaku baik. Bahkan seharusnya sekolah itu mendidik siswa yang belum baik menjadi baik, bukan memilih siswa yang baik saja untuk bisa dididik di sekolah.

Memang tidak seluruh sekolah dengan kurikulum pendidikan karakter menerapkan tes saringan masuk begitu ketat, ada juga sekolah swasta yang sudah menerapkan pendidikan karakter dalam arus pembelajarannya. Akan tetapi, permasalahn tersebut tidak bisa dianggap remeh, sebab dapat menimbulkan stigma negatif tentang sekolah berpendidikan karakter.

Bukan tidak mungkin masyarakat akan memiliki statement bahwa sekolah yang bagus dan menerapkan pendidikan karakter adalah sekolah yang menerapkan seleksi masuk yang ketat.
Dalam pengertian sederhana pendidikan karakter adalah hal positif apa saja yang dilakukan guru dan berpengaruh kepada karakter siswa yang diajarnya.

Pendidikan karakter telah menjadi sebuah pergerakan pendidikan yang mendukung pengembangan sosial, pengembangan emosional, dan pengembangan etika para siswa. Merupakan upaya proaktif yang dilakukan baik oleh sekolah maupun pemerintah untuk membantu mengembangkan inti pokok dari nilai-nilai etika dan nilai-nilai kinerja, seperti kepedulian, kejujuran, kerajinan, tanggungjawab, menghargai diri sendiri dan orang lain.

Pendidikan budaya dan karakter bangsa yang dinyatakan sebagai berikut: dalam upaya merevitalisasi pendidikan budaya dan karakter bangsa diperlukan gerakan nasional guna menggugah semangat kebersamaan dalam pelaksanaan dilapangan, pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari pendidikan nasional secara utuh.

Oleh karenanya pelaksanaan pendidikan karakter harus diratakan, bukan hanya dilaksanakan disekolah favorit, melainkan setiap anak harus mendapat hak mereka untuk ditempah dengan nilai moral dan karakter luhur dimana saja.

Zulfiyah Daiyana Putri Fahriyah
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Muhammadiyah Malang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *