Polisi Dan Jaksa Di Aceh Tamiang, Diduga Belum Lakukan Penyidikan Serta Pemeriksaan.

Proyek Pelaksanaan Pekerjaan Pengerasan Dan Pengaspalan Badan Bahu Jalan, Seputaran Desa Simpang Empat Karang Baru, Disinyalir Proyek Siluman.

Aceh |Detikkasus.com -Sungguh sangat di sayangkan, kinerja dengan adanya pihak kepolisian resort (polres) dan kejaksaan negeri (kejari) kabupaten aceh tamiang, beserta pihak kepolisian daerah (polda) juga bersama pihak kejaksaan tinggi (kejati) daerah provinsi aceh.

Diduga belum melakukan penyidikan serta juga pemeriksaan, terhadap proyek pelaksanaan pekerjaan pengerasan dan pengaspalan badan bahu jalan seputaran desa simpang empat (opak) jalan medan-banda aceh. Di kecamatan karang baru kabupaten aceh tamiang, yang kini masih dalam pelaksanaan pekerjaan disinyalir proyek siluman tanpa ada menampilkan plang papan nama proyek di kerjakan.

Sesuai adanya ketentuan, keterbukaan informasi publik. Pada dengan Undang-Undang nomor. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik adalah salah satu produk hukum Indonesia yang dikeluarkan dalam tahun 2008 dan diundangkan pada tanggal 30 April 2008, sampai saat ini masih belum ada kejelasan tampilan dana anggaran yang jelas. Oleh pihak rekanan kontraktor atau pun pihak pemborongnya, anehnya lagi.

Kemarin, 05 juni 2024 sekitar pukul 12.37.wib. Hasil pantauan beberapa wartawan media online di aceh ini, sewaktu melintasi ke lokasi proyek itu, terpantau tanpa adanya pihak yang mengawasi dari pihak kantor dinas terkait mau pun dari pihak pelaksana proyek yang sedang di kerjakan saat ini.

Anehnya lagi, ada pun di beberapa edisi yang sempat dilakukan pemberitaan secara publik media masa online di aceh ini. Berjudul, dugaan pelaksanaan proyek pengerasan bahu badan jalan. Disinyalir kangkangi Keterbukaan informasi publik, tanpa ada menampilkan plang papan nama proyek asal usul anggaran dana dikerjakan oleh pihak pelaksana terkesan tidak jelas. Terbitan pada tanggal, 30 mei 2024 bulan yang lalu.

Ada pun, pemberitaan yang telah dilakukan secara terbitan di media masa secara online ini. Disinyalir kembali, belum ada di lakukan penyidikan serta pemeriksaan terhadap proyek dugaan siluman itu. Oleh pihak polisi atau pun oleh pihak kejaksaan di daerah kabupaten aceh tamiang, juga pihak APH daerah provinsi aceh. Terkesan pula, terjadinya pembiaran terhadap kangkangi undang-undang keterbukaan informasi publik di aceh ini.

Menurut, bung karo-karo. Selaku pemerhati pengamat pemantau publik daerah provinsi aceh, menyikapi hasil investigasi ke lokasi proyek yang saat ini sedang di kerjakan. Pengerasan bahu badan jalan berserta pengaspalan badan jalan itu, sampai saat ini belum di ketahui anggaran dana yang telah di peroleh oleh pihak rekanan tersebut. Dan dari mana asal usul anggaran dana itu, dan siapa pihak pelaksana yang mengerjakan proyek itu.

“Dengan itu, saya berharap kepada pihak polisi bersama pihak kejaksaan negeri daerah setempat aceh tamiang. Juga pihak polisi daerah dan kejaksaan tinggi daerah aceh, segera mengambil tindakan tegas dalam melakukan penyidikan serta pemeriksaan dugaan proyek siluman tersebut. Karena publik dan masyarakat bertanda tanya, berapa anggaran dana dan siapa pihak pelaksana juga asal usul anggaran dana yang di kerjakan”. Tandasnya mengulaskan bung karo-karo, kepada wartawan media online ini. Dini hari kamis 06/06/2024, sekitar pukul.12.37.wib.

(Jihandak Belang/Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *