PLN Kerap Matikan Listrik, Pemkab Tanjung Jabung Barat Diduga Tutup Mata.

oleh -

 

detikkasus.com | Provinsi Jambi – Kabupaten Tanjung Jabung Barat – Diduga kerapnya listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) mati mengakibatkan kebakaran sering terjadi di Kota Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi.

Kebakaran di Kota Kuala Tungkal ini terjadi hampir setiap tahun, bahkan bisa terjadi dua kali dalam setahun.

Seperti yang terjadi di Jalan Bahagia Gang Sulawesi Selasa (19/06) sekira pukul 03.00 Wib. Terjadi kebakaran yang menelan korban jiwa 2 orang, 1 orang nenek dan 1 orang anak kecil, serta belasan rumah hangus terbakar.

“Pemadaman listrik PLN ini kerap kali terjadi dan diduga penyebabnya terjadi kebakaran sehingga masyarakat Kuala Tungkal sering kali melakukan demo kekantor PLN ini, namun tidak pernah di tanggapi dengan serius dan tidak ada tindak lanjutnya, apa lagi untuk meningkatkan pelayanannya,”kata salah seorang warga Kota Kuala Tungkal yang namanya tidak mau disebutkan kepada Jejak Kasus.

Sementara itu beberapa tokoh masyarakat Kuala Tungkal yang namanya tidak mau disebutkan juga turut mengatakan tentang pelayanan PLN di Kuala Tungkal.

Menurut mereka (tokoh masyarakat) kebakaran ini sering terjadi di karenakan listrik sering padam.” Kami hanya sebagai masyarakat biasa tidak bisa bicara apa-apa. PLN ini ketidak stabilannya sejak tahun 1989 dan sudah berkali-kali berganti kepemimpinan dan wakil rakyat, namun masalah listrik tidak dapat di tuntaskan,” ujar tokoh masyarakat.

Ironisnya lagi para pejabat wakil rakyat Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tidak memperhatikan hal ini, kerjanya selalu jalan-jalan dengan alasan melakukan study banding dari daerah yang satu ke daerah yang lainya,” timpal salah satu tokoh masyarakat.

Salah satu tokoh masyarakat juga menambahkan sebagai masyarakat biasa, sangat berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan wakil rakyat agar mau membuka mata dan hatinya untuk mengutamakan masalah PLN agar kebakaran yang kerap terjadi tidak terjadi lagi dan kerusakan elekronik bisa terkurangi.

Penulis: Deddy Yusni
Editor: Erdan Faizal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *