Pengutipan di SD Negeri 01 Panaihulu, Anehnya Wali dan Komite Malah Bungkam

Labuhanbatu, Sumut I Detikkasus.com –Minggu (19/06/2022) Terkait rumor yang diterima awak media dari nara sumber, katanya ada dugaan pengutipan di SD Negeri 01 Panaihulu. Kecamatan Panaihulu Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera. Rumor pengutipan sangat layak untuk ditelusuri apa bentuk motif legalitas, sebagai landasan dasar hukum atau peraturan perundang-undangan, yang dipakai pihak sekolah, untuk dapat melegalkan pengutipan tersebut”. Ujar sumber

Kabarnya Rp 90.RB Rupiah untuk perpisahan dan 50.RB untuk pengambilan SKHUN, ya kita perlu tahu keabsahan atau legalitas ketentuan peraturan perundang-undangan, yang dipakai pihak sekolah untuk melegalkan dugaan pengutipan tersebut. “Siapa tahu pak Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi, memberi peluang untuk dapat dilakukan pengutipan tersebut”.

Kalau seandainya pengutipan di SD Negeri 01 Panaihulu tersebut bukan bagian dari anjuran Mendikbud Ristek, sudah selayaknya Mendikbud Ristek segera mengusut pengutipan tersebut walau dengan melalui orang pilihannya. Dan bisa jadi mungkin rumor pengutipan ini jadi catatan merah, atau sebagai tanda maraknya pungli distruktur pendidik labuhanbatu.

Kalau secara garis besarnya, “Kepala Dinas Pendidikan dan Bapak Bupati Labuhanbatu sebagai pelaksana otonomi daerah, harusnya bisa mengambil sikap hingga suatu kebijakan kearah yang lebih baik lagi. Jika pengutipan seperti ini sudah dapat petunjuk dari Mendikbud Ristek sah menurut ketentuannya, ada baiknya Bupati membuat peraturan daerah (Perda) agar dapat membolo orang pendidik melalui bantuan atau sumbangan wali siswa”.

Melalui orang terdidik bahkan pendidik dapat dilakukan pengutipan untuk biaya pengambilan SKHUN, sepertinya rumor ini mencerminkan pemerintahan daerah labuhanbatu yang sangat miskin, sehingga terlihat suatu daerah bahkan negara yang sangat miskin, tidak sanggup lagi menggratiskan biaya pendidikan ditingkat SD Negeri, dan rumor ini adalah bagian dari birokrasi pemangku atau pelaksana otonomi daerah.

Nara sumber menambahkan, “Tubuh serta jiwa birokrasi yang sehat biasanya akan mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi kerakyatan, mulai dari tingkat level terbawah hingga sampai pada tingkat level atas. Wajar-wajar saja sulit tumbuh ekonomi kerakyatan khususnya bagi simiskin harta, jika birokrasi itu mereka ciptakan sebagai penggilas ekonomi kerakyatan”.

Menyikapi dugaan pengutipan yang terjadi di SD Negeri 01 Panaihulu, awak media sudah mengkonfirmasi Wali Kelas inisial U.K dan Komite Sekolah inisial I.L, anehnya. “Meskipun whatsAAp wali kelas dan komite sekolah sudah pada ceklis dua biru, pertanda pesan sudah dibaca oleh Beliau berdu tersebut, mereka malah bungkam atau alias berpura-pura tidak tahu kalau ada pesan konfirmasi yang masuk”.

Disalah satu pakter tuak yang ada di kabupaten Labuhanbatu awak media singgah, untuk mencari rumus bilangan dari nol sampai pada sisi positif hingga negatif, penyebab terjadinya dugaan pengutipan hingga bungkamnya, sang wali kelas atau sebagai guru pendidik dan komite sekolah, sebagai wadah aspirasi masyarakat serta untuk meningkatkan sarana satuan pendidikan diwilayah sekolah lingkup tugasnya.

Sambil minum tuak dipakter nara sumber mengatakan, “Ada baiknya sesekali ajak komite atau wali kelas itu minum tuak, agar terbuka wawasan maupun inspirasi kehidupan mereka, untuk memaknai pentingnya keterbukaan maupun layanan informasi. Dengan meminum tuak sudah banyak orang yang bisa nalar, apa lagi tuak murni ini dikenal bisa sebagai obat sejak leluhur kami”.

Setahu saya tuak memiliki kandungan vitamin C bahkan tuak juga mampu menyembuhkan di sebabkan sariawan, dan menurut kabar tuak nira juga bermanfaat untuk ibu yang sedang menyusui, karena tuak mengandung nutrisi dan memberi perlindungan kondisi ASI (Air Susu Ibu) sehingga ibu dapat menghasilkan kualitas ASI yang baik. “Jika wali kelas dan komite tetap bersikukuh untuk bungkam ada baiknya diperiksa mindset psikologi nya”. Sebut nara sumber sambil meminum sisa tuak yang ada digelasnya. (J. Sianipar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.