Penerimaan Kantor Bea Cukai Madiun Lampaui Target

MADIUN I detikkasus.com – Meskipun dalam situasi Pandemi Covid-19, pada tahun 2021 Bea Cukai Madiun kembali berhasil mencapai target kinerja, baik dalam bidang penerimaan atau pengawasan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Bea Cukai Madiun, Sri Hananto Bawono dalam konferensi pers akhir tahun yang digelar di Aula Bea Cukai Kota Madiun, Kamis (30/12/2021).

Menurut Hananto, dalam pencapaiannya, Bea Cukai Madiun membukukan penerimaan hingga 638,8 milyar rupiah. “Capaian di bidang penerimaan sampai dengan tanggal 29 Desember 2021 senilai Rp 638.876.615.885, nilai tersebut terdiri dari penerimaan kepabeanan sebesar Rp 917.601.000,- dan penerimaan cukai sejumlah Rp 637.959.014.885.,” Terangnya.

Dengan nilai tersebut, penerimaan Kantor Bea Cukai Madiun pada tahun 2021 melampaui target yang telah ditetapkan yaitu sebesar Rp 528.559.224.000,- dengan persentase capaian 120,87%. “Capaian ini dinilai sangat positif karena tumbuh sebesar 15% dari capaian tahun 2020 senilai 533,3 milyar rupiah,” tambahnya.

Hanan mengakui, industri cukai hasil tembakau memiliki kontribusi tertinggi terhadap penerimaan Bea Cukai Madiun. Tidak tanggung-tanggung, prosentasenya mencapai 99 persen. Kontribusi itu diperoleh dari 12 perusahaan hasil tembakau dan dua perusahaan hasil tembakau lainnya dengan berbagai jenis hasil produksi. Mulai Sigaret Kretek Tangan (SKT), Sigaret Kretek Mesin (SKM), Sigaret Putih Mesin (SPM), Klobot dan Liquid. Pemasarannya di hampir seluruh wilayah eks Karesidenan Madiun serta nasional.

“Jadi pendapatan bidang cukai di Bea Cukai Madiu ini mendominasi secara penerimaan kami,” imbuhnya.

Selain itu, perusahaan hasil tembakau tersebut juga mampu menyerap 3.233 tenaga kerja. Berdirinya perusahaan itu, kata Hanan, turut berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Terbukti adanya peluang usaha bagi masyarakat untuk mendirikan rumah kos, warung makan, serta usaha mikro di sekitar lokasi perusahaan tembakau.

Sedangkan di bidang pelayanan kepabeanan, Bea Cukai Madiun memfasilitasi kegiatan ekspor melalui perusahaan berfasilitas kawasan berikat, yakni di Kabupaten Madiun dan Ngawi. Yakni dengan produk ekspor seperti olah raga, outsole sepatu, sandal dan tas. Produk tersebut diekspor ke berbagai negara di Asia, Eropa, Afrika, Kanada, Amerika serta Australia. Hal itu diklaim sejalan dengan program pemulihan ekonomi nasional yang gencar digalakkan pemerintah.

Disamping capaian dari sisi target penerimaan yang melampaui target tersebut, segenap upaya dalam rangka menciptakan organisasi bersih dari KKN juga dilakukan oleh Bea Cukai Madiun antara lain melalui Unit Satker berpredikat WBK yang berhasil diraih pada tanggal 19 Februari 2020 yang lalu, dimana ditahun 2021 ini Bea Cukai Madiun tengah melakukan persiapan mengikuti ajang penilaian Satker berpredikat WBBM di tahun 2022, dengan antara lain melakukan penguatan integritas pegawai melalui program pembinaan mental serta sosialisasi anti korupsi pada seluruh pegawai serta melakukan perbaikan sarana dan prasarana kantor dan juga berupaya memangkas waktu layanan dengan aplikasi mandiri yaitu BCAE for Client, yang saat ini diupayakan bisa direplikasikan ke satker lainnya. (Fad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *