Pembuatan PAMSIMAS “RS” Memilih Bungkam, Kejahatan TSM Harus Diusut

Labuhanbatu Sumut | Detikkasus.com
– Nyata jadi polemik terkait pembuatan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), yang ada diwilayah Dusun Blok III, Desa Negeri Lama Seberang Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara, “karena sejak Hari Selasa 25-11-2025 inisial “RS” diduga sengaja memilih bertahan untuk bungkam.”

Bungkamnya inisial “RS” kembali memantik sorotan publik, akhirnya Sukriyanto pemerhati antikorupsi angkat bicara. “Mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan korupsi yang terjadi pada, pembuatan Pamsimas yang patut saya duga telah disiasati secara terstruktur sistematis dan masif (TSM).” Jika di proyek kejanggalan tidak ada kenapa bertahan bungkam.

Sedangkan transparansi atau dalam artian berkenan untuk memberikan tanggapan saat dibutuhkan biasanya sangat efektif meredam spekulasi. “Kalau memang tidak ada masalah terhadap proyek Pamsimas harusnya ada klarifikasi. Diamnya RS justru menambah keiyakinan terjadi korupsi jadi nyata setelah diusut tuntas APH.”

Sukriyanto menambahkan, “proyek PAMSIMAS harusnya dapat menjadi proyek yang bisa langsung dirasakan warga manfaatnya, sehingga setiap indikasi kejanggalan perlu ditelusuri secara terbuka dan ini menyangkut kebutuhan dasar. Jangan sampai ada penyimpangan yang merugikan masyarakat,” tutupnya.

Dikutip dari sebagian edisi 26-11-2025 yang lalu, “warga mengaku kecewa karena fasilitas air bersih yang diharapkan, harusnya dapat membantu kebutuhan sehari-hari dan ternyata tak bisa berfungsi. Kalau tidak salah ingat pak Reno Sandi alias ‘RS’ punya peranan utama tingkat desa dan tentunya beliaulah dikonfirmasi. Ungkapnya

Penempatan lokasi proyek sangat jauh dari pemukiman warga, sehingga sangat menyulitkan ketika rencana ada melakukan pemantauan, pada peralatan instansi pipa, Meteran PLN dan yang lainnya. Akibatnya, “tidak tertutup kemungkinan anggaran pamsimas dibuat hanya untuk terbengkelai.”

Menimpali isu mangkraknya proyek pamsimas akhirnya melalui whatsapp awak media lakukan upaya konfirmasi tak ada respon, bahkan via telepon genggam juga berulang kali dilakukan upaya tidak ada tanggapan dari ‘RS’, sampai kabar ini kembali lagi dipublikasi Redaksi yang kedua kalinya. (J. Sianipar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *