Pedagang di CFD Situbondo Ricuh, Lantaran Disperindag Terkesan Asal Asalan Buat Aturan

oleh -

Situbondo | Detikkasus.com – Car Free Day (CFD) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur adalah untuk mengajak masyarakat berprilaku hidup sehat, bukan hanya itu CFD juga menjelma menjadi pusat kulener dan lainnya untuk mengais rejeki. Tak pelak hal itu semakin banyaknya peminat pengunjung maupun penjual. Namun hal ini membuat masalah baru kepada pedagang karena yang biasanya berjalan baik-baik saja akhirnya menjadi ricuh.

Lantaran ada aturan baru dari dinas terkait yang katanya sudah di data pedagang di kawasan CFD yakni Disperindag Kabupaten Situbondo yang mengharuskan pedagang untuk dibedakan menjadi kriteria-kriteria tertentu untuk dibagi lokasi-lokasinya. Padahal semula pedagang menempati lokasinya dimana pada saat datang awal dan memilih lokasinya sendiri. Namun hal ini tidak ada sosialisasi dari dinas terkait, tiba-tiba ditertibkan dan akhirnya menjadi ricuh.

Hal itu dibenarkan oleh salah satu pedagang CFD pak Zainal, mengatakan bahwa, “Benar mas, tadi ada kericuhan. Ya karena pedagang lama disuruh geser lantaran katanya gak masuk data. Dan untuk lokasi pedagang sesuai dengan tulisan. Biasanya kan tidak seperti ini”.

“Saya dagangan disini sudah lama mas, mulai CFD masih sepi. La kok pas ada aturan seperti sekarang. Memang di data semua pedagang disini oleh Pak Zaenal Disperindag kemarin. Namun hanya didata untuk lain-lainnya tidak ada sosialisasi”, ucapnya dengan mimik kecewa.

Hal senada juga disampaikan Pedagang lainnya yang tidak mau disebutkan nama, “Memang di data pedagang namun tidak semua dan untuk masalah lokasi pedagang tidak ada aturan yang mengikat. Pedagang yang lebih awal datang, ya itu sudah. Mulai dulu aman-aman saja mulai ada aturan sekarang ricuh?”, katanya dengan heran.

Ketua Koordinator Lapangan Satpol PP, Sanjoko membenarkan hal tersebut, saat ditanya apakah benar ada kericuhan antar pedagang, “Benar ada cekcok antar pedagang masalah tempat, karena pedagang yang merasa sudah didata sesuai dengan yang ditempatinya”.

Disinggung apakah ada sosialisasi sebelumnya dari dinas terkait, menurut Sanjoko, “Kalau untuk sosialisasi memang saya tidak dengar dan tidak ada, kami hanya menertibkan saja agar suasana kondusif dan membantu mendata saja. Selebihnya secara tehnis nanti kita berikan kepada Disperindag”.

Kemudian saat dilokasi Tim S One berusaha untuk konfirmasi dinas terkait yakni Disperindag Kabupaten Situbondo. Namun dalam hal ini tidak ada di lokasi. Hanya terlihat Satpol PP dan Anggota Dishub yang bertugas di lokasi.

Sementara itu, Ketua Forum S One, Dwi Atmaka saat ada di lokasi mengatakan bahwa, “Hal ini tidak seharusnya terjadi. Yang semula pedagang enak-enak saja sekarang ada keributan setelah di data dan lain-lainnta. Ini harus cepat disikapi oleh dinas terkait yakni Disperindag Situbondo”.

Aka panggilan akrabnya menambahkan, “Sangat disayangkan dalam hal ini, Disperindag kalau menurut saya asal-asalan membuat aturan. Lha kok tidak dipikirkan apa dampaknya. Dan pedagang jangan dijadikan komiditi untuk kepentingan-kepentingan dengan dibuat aturan seenaknya tanpa dasar musyawarah. Apalagi merugikan masyarakat”, pungkasnya. (Ozi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *