PDAM Tirta Peusada Bermasalah Diduga Sudah Diperiksa Jaksa Namun Mangkrak Ditempat, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur Tutup Mata

Aceh Timur |Detikkasus.com -Sorotan terhadap perusahaan daerah air minum kabupaten aceh timur PDAM tirta peusada serasa tak habis-habisnya.

Pasalnya, PDAM tirta peusada menuai banyak masalah namun bagai tak tersentuh hukum baik ditingkat APH (aparat penegak hukum) maupun ditingkat pengawasan oleh pemerintah kabupaten aceh timur.

Menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat yang sebenarnya bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa di PDAM tirta peusada ini seolah-olah ada pemain yang kebal hukum dan diduga ada pembackup di semua persoalan yang timbul di PDAM tirta peusada.

Berbagai sorotan pemberitaan yang dilansir disejumlah media di aceh timur terkait dugaan berbagai penyelewengan maupun KKN di PDAM tirta peusada pun terpublik

Dua tahun terakhir PDAM tirta peusada salah satu BUMD kabupaten aceh timur kerap menjadi sorotan publik, sorotan bertubi tubi bukan hanya pada persoalan pelayanan suplai air, akan tetapi isu kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) di bawah Direksi menjadi konsumsi publik.

Malahan pJ bupati, saat menerima para pendemo dari kalangan karyawan PDAM beberapa waktu yang lalu akan mengadakan rekrutmen ulang direktur PDAM dan direktur lama tidak kita luruskan lagi karena banyak nya ketimpangan. Namun pernyataan nya di depan Para karyawan PDAM Saat itu di jilat nya kembali dengan mem PJ kan direktur lama. Habis’ masa PJ di PLT dan ujungnya di Lantik secara diam diam sebagai direktur definitif pada pagi Jumat 1 Desember 2023 Lalu.

“Kilas balik, tentang PDAM Aceh timur, Inspektorat Aceh Timur temukan mark up harga belanja barang dan jasa capai Rp 100 juta lebih, dimana Inspektorat perintahkan direktur untuk kembalikan uang kelebihan bayar.

Selanjutnya tahun 2022, salah satu Lembaga Swadaya masyarakat(LSM) anti korupsi di Aceh Timur laporkan Direktur ke Kejati Aceh atas dugaan pungutan liar(Pungli) pada Sambungan Baru(SB) 1000 unit meteran subsidi di Teumpeun.

Diketahui, kasus tersebut masih mangkrak di Kejaksaan Negeri(Kejari) Aceh Timur, lamban nya proses hukum menjadi kecurigaan sejumlah kalangan di Aceh Timur, ada apa dengan kinerja para adhyaksa, meskipun beberapa kali aktivis mempertanyakan sejauh mana proses hukum telah berjalan

Bukan hanya itu, masalah lainnya juga dihimpun dari sumber terpercaya menyebutkan, selama Direktur dijabat oleh Iskandar,SH banyak persoalan yang muncul ke permukaan baik carut marut manajemen Internal maupun eksternal.

(Cukup banyak persoalan yang muncul, mulai perekrutan tenaga kontrak dari luar daerah dan keluarga direktur kurang Lebih 30 orang yg mana tidak sesuai dengan jumlah Pelanggan PDAM (ada Rumusnya).

Dua unit mobil pribadi(direktur) di sewakan untuk perusahaan, hingga Biaya operasional Unit/IKK/Cabang tidak dibayar dan Gaji 13 tahun 2023 belum semuanya dibayar serta dana pensiun 18 karyawan tidak dibayar.” sebut sumber para pensiunan.

Lanjut nya, dana pensiun 18 orang karyawan capai Rp 3,8 milyar yang tidak dibayar karena alasan perusahaan rugi, padahal tidak ada kerugian jika dilihat dari Penerimaan Perusahaan selama Ini.

“Selalu di laporkan rugi, padahal bila lihat dari jurnal keuangan tiap penerimaan penjualan air dan pemasangan SR (sambungan rumah) capai rp 17 milyar lebih pertahun, tandas nya) sumber http;//www.jawatimurnews.com

Informasi lainnya didapat, sejumlah item persolan internal diantaranya,

1.Pajak selama perbaikan/pembelian pipa dan lain-lain hampir satu milyar pertahunnya.

2. Pajak yang terhutang lebih kurang Rp. 300 juta

3. Pensiunan Karyawan yang ditanggung perusahaan tidak dibayar dan masih dalam perencanaan pembayara.

4. Laporan keuangan dari tahun ketahun sangat memprihatinkan.

5. Gaji 13 tahun 2023 untuk karyawan belum terbayarkan semuanya.

6. Pembelian barang banyak dimanipulasi dan markup pembelian.

7. Pelanggan sering mendapatkan airnya keruh. Bahkan seperti wilayah perlak dan sekitarnya seringkali macet.

Dari semua persoalan di perusahaan PDAM tirta peusada aceh timur diduga telah terkonek dengan pihak APH dalam hal ini kejaksaan aceh timur.

Inspektorat aceh timur juga telah memeriksa bahkan menurut sumber terpercaya bahwa pihak Kejaksaan telah turun kelapangan dan diduga telah mendapatkan bukti bukti temuan tersebut.

Namun sampai saat ini proses hukum diduga mangkrak alias jalan ditempat. Pihak inspektorat pun tak memperlihatkan sikap profesionalismenya sebagai pemerintah dan pengawas PDAM tirta peusada.

Bahkan lebih tampak sebagai mitra kental yang memberi justifikasi saat awak media mengkonfirmasi permasalahan serta kondisi PDAM dengan pernyataan pernyataan bahwa PDAM tirta peusada masih dalam keadaan baik baik saja.

Sumber lainnya didapat menjelaskan terkait hak-hak karyawan yang belum dibayar.

” Manajemen perusahaan telah mengeluarkan statement, bahwa untuk gaji 13 tahun 2023 karyawan harus nagih kelapangan.

Ada apa sebenarnya dibalik banyaknya persoalan di PDAM Tirta Peusada yang selama ini disorot oleh berbagai media maupun LSM namun sang Direktur PDAM beserta kroninya aman aman saja tanpa tersentuh hukum dan tida tindakan dari pemerintah kabupaten aceh timur.

(Jihandak Belang/Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *