Pasca Banjir Bandang di Wilayah Ponorogo, Komandan Kodim 0804/ Magetan, Rescue Ipi Hidayatul Umah dan Jurnalis Magetan Salurkan Bantuan

oleh -

PONOROGO | detikkasus.com – Pasca Terjadinya Banjir Bandang di wilayah Kabupaten Ponorogo membuat para pelaku sosial turun kelokasi banjir untuk ikut serta berbagi, seperti kali ini, Komandan Kodim 0804/Magetan, Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy bersama Rescue Ipi Hidayatul Umah, Karangtaruna Pojok, Koramil 0804/Magetan bersama para Jurnalis Megetan menyalurkan batuan di dua Desa, yaitu Desa Ngampel Kecamatan Balong dan Desa Paju Kecamatan Kota – Ponorogo.

Rombongan Komandan Kodim 0804/Magetan di sambut oleh Danramil 0802/09 Balong, Babinsa, Kades Ngampel dan para toko masyarakat. Komandan Kodim 0804 /Magetan bersama tim, Kamis (14/3/2019), menerima informasi dari dua wilayah tersebut langsung melakukan pendataan dan menurunkan bantuan di lokasi bencana.

Pada waktu di komfirmasi tim detikkasus.com di loksi bencana, Komandan Kodim 0804/Magetan, Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy mengatakan bahwa, Agenda ini adalah ide dari temen – temen Resue Ipi Hidayatul Ummah, Lsm, Karang Taruna dan para jurnalis Magetan. “Kami Kodim 0804 /Magetan cuman mengordinir kegiatan ini.
Dan harapannya bisa membantu dan meringankan beban warga yang kena dampak banjir,” Terangnya.

Sementara itu Kepala Desa Ngampel Kecamatan Balong, Siswanto dengan bantuan yang di salurkan hari ini dia sangat bersyukur. “Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas bantuannya, semoga dengan bantuan ini bisa membantu dan bermanfaat kepada warga kami yang terkena dampak banjir kemarin,” terangnya.

Ucapan yang sama di ucapkan Kepala Desa Paju Kecamatan Kota, Bambang Nurcahyo kepada para donatur terutama kepada Komandan Kodim 0804 /Magetan yang sudah turun langsung diwilayah, mau mambantu dan meyalurkan sembako kepada masyarakat kami. “Saya ucapkan terimaksih kepada para donatur semoga bisa bermanfaat,”terang Bambang.

Di kesempatan itu bambang juga menyampaikan bahwa warga yang terdampak banjir di Desa Paju ada sekitar 3000 KK.” Kerugian terbesar di pertanian, yaitu tanaman padi seluas 50 hektar. Warga yang terdampak bencana banjir di Desa Paju ini kurang lebih 3000 KK dan satu rumah roboh di perkirakan kerugian mencapai 150jt, “Tandasnya. (Den/Anang Sastro).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *