Parah !!, Mesin Mobil Ambulans Yang Rusak Terparkir Di Halaman Dinas Kesehatan Nias Semuanya Hilang Entah Kemana

Nias Selatan | Detikkasus.com – Di halaman kantor Dinas Kesehatan Nias Selatan, beberapa unit ambulans tampak berjejer dalam kondisi mengenaskan. Mesin tak lagi terpasang, ban hilang dan peralatan lainnya lenyap entah ke mana. Mobil-mobil yang seharusnya menyelamatkan nyawa kini hanya menjadi bangkai besi yang tak berguna.

Investigasi kami mengungkap bahwa kehilangan ini bukan peristiwa baru. Kepala Dinas Kesehatan Nias Selatan mengakui bahwa mereka baru menyadari hilangnya mesin dan peralatan ambulans pada awal tahun ini. “Kami sudah mencari ke sejumlah bengkel, tapi hasilnya nihil,” ujar Kadis Kesehatan.

*Hilang Tanpa Jejak*

Kehilangan aset ini mengundang tanda tanya besar. Siapa yang bertanggung jawab atas pengelolaan ambulans ini? Bagaimana mungkin peralatan vital bisa lenyap tanpa ada yang mengetahui detail kehilangannya?

Menariknya, kendaraan ini pernah ditinjau oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Padang Sidempuan pada pertengahan tahun 2024. Saat itu, unit-unit ambulans masih dalam kondisi utuh, termasuk mesin dan perlengkapannya. Fakta ini semakin memperkuat dugaan bahwa kehilangan terjadi dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.

Baca Juga:  Amankan Aktifitas Warga Disiang Hari Unit Lantas Polsek Seririt Turun Kejalan

Rata-rata mobil ambulans ini merupakan keluaran tahun 2017 dan diserahkan ke masing-masing puskesmas pada 3 Januari 2018 oleh Bupati Nias Selatan saat itu. Kendaraan ini seharusnya menjadi bagian dari fasilitas pelayanan kesehatan di daerah, namun kini terbengkalai dalam kondisi mengenaskan.

Kami mencoba menghubungi Meitolo Loi, Pejabat Penatausahaan Barang yang juga menjabat sebagai Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan, untuk meminta kejelasan mengenai jenis barang apa saja yang hilang. Namun, hingga berita ini diturunkan, ia tidak memberikan respons atas pertanyaan kami.

Baca Juga:  Untuk Pastikan Situasi Aman Polsek Tejakula Tingkatkan Kring Serse Dengan Menyambangi Obyek Vital dan Daerah Yang Dianggap Rawan

*Langkah Dinas Kesehatan: Hanya Rapat dan Berita Acara?*

Dinas Kesehatan mengaku telah melakukan pertemuan dengan Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah untuk membahas kehilangan ini. Sebuah berita acara telah dibuat, namun hingga kini belum ada langkah konkret yang diumumkan kepada publik terkait upaya pengusutan lebih lanjut.

Tidak ada kejelasan apakah kasus ini akan dibawa ke ranah hukum atau hanya akan menjadi sekadar catatan administrasi. Apakah ada indikasi kelalaian atau bahkan praktik korupsi dalam pengelolaan aset kesehatan ini? Mengingat hilangnya mesin dan peralatan ambulans berdampak langsung pada pelayanan kesehatan masyarakat, pertanyaan ini layak untuk ditelusuri lebih dalam.

*Dampak ke Masyarakat*

Di tengah minimnya fasilitas kesehatan, kehilangan ini semakin memperburuk layanan darurat di Nias Selatan. Sejumlah puskesmas kini harus berjuang dengan keterbatasan armada, menyebabkan waktu respons terhadap pasien dalam kondisi kritis menjadi lebih lama.

Baca Juga:  Penyelenggara "Pemilihan Umum" Dan Calon Terpilih Berharap Aman & Tidak Inkonstitusional

Kasus terbaru menunjukkan bahwa warga terpaksa menggunakan kendaraan pribadi atau bahkan becak untuk mengangkut pasien dan jenazah karena ambulans tak lagi bisa diandalkan.

*Konfirmasi dan Tanggung Jawab*

Hingga kini, belum ada jawaban dari pihak terkait mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kehilangan aset ini. Publik pantas menuntut transparansi dan akuntabilitas, mengingat ambulans adalah bagian dari fasilitas publik yang dibiayai oleh uang negara.

Apakah ini sekadar kelalaian dalam pencatatan aset, atau ada praktik ilegal yang lebih besar di baliknya? Yang jelas, masyarakatlah yang paling dirugikan. Kami akan terus menelusuri perkembangan kasus ini dan menunggu kejelasan dari pihak-pihak berwenang.
( Supardi Bali ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *