Optimis Hadapi COVID-19: Menebar Nilai Utama

Artikel l Detikkasus.com – Covid-19 sebagai bencana dunia telah mengubah tatanan kehidupan baik dalam pendidikan, kesehatan, sosial politik, agama dan perekonomian.

Dapat dikatakan bahwa munculnya Covid-19 telah melahap habis kehidupan manusia di bumi.

Kebijakan sosial distancing dan WFH semakin diperketat dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi memutus rantai persebaran Covid-19 yang jumlahnya meningkat begitu pesat setiap jamnya.

Secara tidak langsung kebijakan ini memang dianggap mempersulit ruang gerak masyarakat, sehingga tidak jarang banyak masyarakat yang kurang peduli dan pada akhirnya mereka ikut menyandang status pasien positif Covid-19.

Hal ini tentunya membuat pemerintah dan aparat setempat kewalahan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, yang pada akhirnya meningkatkan jumlah pasien positif covid.

Tidak hanya pemerintah, tenaga kesehatan pun menjadi korban akibat kurangnya pemahaman masyarakat dalam menanggapi kebijakan pemerintah.

Masyarakat berbondong-bondong membeli masker dan hand sanitizer untuk melindungi diri, sedangkan orang-orang yang seharusnya lebih membutuhkan tidak dapat memiliki karena harga yang melonjak drastis dan pasokan yang menurun akibat permintaan yang meningkat.

Masalah terbesar setelah kesehatan manusia yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 adalah meningkatnya krisis ekonomi dan sosial.

Menurut institusi finansial, diprediksikan bahwa krisis ekonomi yang terjadi akibat pandemi covid-19 menjadi krisis terburuk sepanjang sejarah.

Kebijakan WFH dan sosial distancing telah memberikan dampak yang luas dan menyeluruh terhadap berbagai bidang pekerjaan, seperti kegiatan industri, wisata, pertanian, perdagangan, transportasi, restoran, kedai, perhotelan, dan sebagainya.

Namun perlu disadari bahwa Mahasiswa sebagai agent of change dan agent of social control berperan penting dalam menengahi permasalahan Covid-19 saat ini.

Mahasiswa merupakan elemen masyarakat yang tidak dapat dilepaskan dari dinamika suatu bangsa.

Mahasiswa telah menjadi catatan sejarah dalam perubahan kehidupan suatu bangsa. Meskipun perubahan terus terjadi seiring berjalannya waktu, keberadaan mahasiswa dengan semangat dan idealismenya akan terus bergerak.

Dalam sejarah Indonesia sendiri, mahasiswa telah menjadi pendorong dan penggerak lahirnya Orde Baru dan Era Reformasi.

Mahasiswa dengan kemampuan dan akhlak mulianya diharapkan dapat menjadi generasi penerus yang dapat menggantikan generasi lama demi memajukan kesejahteraan bangsa.

Jika dahulu mahasiswa bergerak untuk masalah yang terlihat, saat ini mahasiswa dihadapkan dengan masalah yang tidak terlihat namun memberikan dampak yang pasti, yaitu penyebaran Covid-19.

Kondisi yang membuat keadaan Indonesia semakin terpuruk pada berbagai aspek kehidupan.

Di sinilah mahasiswa dan potensinya dituntut untuk bergerak cepat selain mengenal bahaya Covid-19, penentuan strategi yang efektif untuk memutus krisis pada masyarakat akibat pandemi Covid-19 sangat diperlukan.

Mahasiswa yang menempati posisi di antara pemerintah dan masyarakat berperan untuk menjembatani dan menangani permasalahan-permasalah yang tidak dapat ditangani secara langsung oleh pemerintah kepada masyarakat.

Mahasiswa sebagai agent of change dan agent of social control dapat melakukan tindakan atau aksi gerak cepat tangani Covid-19 dalam memutus krisis pada kehidupan masyarakat dengan beberapa kegiatan sebagai berikut :
1. Melalui organisasi mahasiswa, mahasiswa dapat menghimpun suara masyarakat dan meneruskannya kepada pembuat kebijakan di daerah masing-masing.
2. Mengajak kampus dan masyarakat untuk berkolaborasi dalam memutus penyebaran covid-19 beserta dampak yang ditimbulkan pada berbagai aspek.
3. Berpartisipasi aktif menjadi relawan tanggap penyebaran Covid-19 dan dampaknya dengan seluruh mahasiswa di Indonesia.
4. Mengadakan suatu sosialisasi atau penyebaran informasi mengenai sikap dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan cara untuk mencegah penyebaran Covid-19.
5. Memberikan penyadartahuan kepada kelompok masyarakat yang masih sering menumpuk masker, dan produk kesehatan lainnya demi kepentingan pribadi. Hal ini bertujuan supaya masyarakat sadar bahwa melindungi diri tidak harus dengan mengegoiskan diri. Jika yang sakit tidak memiliki fasilitas memadai untuk melindungi diri, maka penyebaran ini akan terus terjadi. Oleh sebab itu perlunya pemahaman bagi masyarakat untuk tidak mementingkan diri sendiri demi keselamatan bersama.
6. Membantu petugas keamanan setempat dalam mengawasi tempat-tempat berkumpul. Hal ini dikarenakan masih banyak tempat yang dibuka tanpa protokol kesehatan yang ditetapkan. Jika di dalam tempat tersebut terdapat orang yang ternyata menderita Covid-19 dan tidak adanya protokol kesehatan di dalamnya, maka penyebaran Covid19 akan semakin mudah. Oleh sebab itu mahasiswa dapat bekerja sama dengan petugas keamanan setempat untuk mendeteksi dan mengawasi tempat-tempat yang masih terbuka tanpa adanya protokol kesehatan.
7. Melalui kreativitas dan teknologi yang dimiliki, mahasiswa dapat mengembangkan informasi mengenai Covid-19 melalui beberapa media untuk menarik perhatian masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan dampak yang ditimbulkannya. Informasi-informasi tersebut dapat dibuat dalam bentuk poster, audio, maupun visual melalui youtube dan media sosial lainnya.
8. Melakukan penggalang dana dan mengolah dana tersebut menjadi bahan makanan pokok atau sembako yang akan disalurkan kepada masyarakat rentan atau masyarakat yang terkena imbas dari pandemi Covid-19.
9. Melakukan gerakan satu juta buku yang dapat didistrubusikan kepada anak-anak SDSMP yang sulit untuk menjangkau pendidikan atau proses belajar akibat dari pandemi Covid-19 dan keterbatasan pemahaman dan fasilitas akan teknologi.
10. Melalui semangat solidaritas dan pembangun perubahan bagi bangsa, mahasiswa dapat turun secara langsung untuk bersama-sama membangun gerakan dalam menangani krisis ekonomi lokal dan krisis ekonomi rumah tangga agar tetap memiliki penghasilan untuk menghidupi keluarganya.

Negara melalui Pemerintah tidak akan mampu berdiri sendiri pada sendi-sendi masyarakat saat ini. Oleh sebab itu, kehadiran serta peran mahasiswa sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan dan memperbaiki tatanan kehidupan menjadi lebih baik. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *