Olahraga Terapi Untuk Pasien Pasca Stroke

oleh -

Penyakit stroke adalah salah satu penyakit yang sangat di takuti oleh sebagian masyarakat. Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).

Tanpa adanya alirah darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati dan menyebabkan bagian tubuh yang di kendalikan oleh otak yang rusak tadi menjadi tidak dapat berfungsi. Secara global, stroke menduduki urutan ketiga sebagai penyakit mematikan selain jantung dan kanker. sebagian besar stroke menyerang diatas usia 40 tahun, namun tidak bisa dipungkiri penyakit ini dapat juga menyerang semua usia (AHA, 2015).

Penyebab dari stroke bermacam-macam, bisa dari faktor kesehatan, gaya hidup (lifestyle) dan faktor lainya. Tanda dan gejala yang Nampak akibat stroke biasanya menyerang kelumpuhan pada satu anggota ekstremitas sampai empat anggota ekstremitas, gangguan motorik pada lidah dan mulut sehingga membuat penderita stroke sulit untuk berbicara.

Sekarang kita akan membahas bagaimana olahraga terapi bagi pasien pasca stroke. Pelatihan ROM (Range Of Motion) adalah latihan gerak sendi yang memungkinkan terjadinya kontraksi dan pergerakan otot, dimana pasien pascca stroke menggerakan masing-masing persendiannya sesuai gerakan normal baik secara aktif ataupun pasif. (Potter and Perry, 2005).

Penelitian oleh Reese (2009), yang mengemukakan bahwa ada peningkatan kekuatan otot dan kemampuan fungsional secara signifikan setelah diberikan latihan ROM pada pasien stroke.

Latihan ROM memiliki 3 macam jenis :
latihan aktif ROM
Untuk latihan aktif ROM, pasien menggerakkan seluruh bagian sendi sesuai dengan rentang gerak normal. latihan pasif ROM, latihan pasif ROM latihan yang dibantu oleh perawat atau petugas lain untuk menggerakkan persendian.

Latihan aktif asistif.

Untuk latihan aktif asistif pasien melakukan gerakan secara mandiri sesuai dengan kemampuan kemudian sisa nya dibantu oleh perawat.

Manfaat yang diperoleh setelah pasien pasca stroke setelah melakukan gerakan latihan ROM adalah untuk mengurangi rasa nyeri, meningkatkan atau mempertahankan fleksibilitas dan kekuatan otot, mempertahankan fungsi jantung dan pernapasan, kelainan bentuk dan kekakuan pada sendi.

Waktu yang ideal untuk Pelaksanaan latihan ROM adalah sekali dalam sehari. Untuk hitungan yang digunakan kurang lebih 10 hitungan dan memberikan program latihan mulai dari yang pelan dan bertahap sampai akhirnya bisa ditambah intensitas nya. Contoh gerakan ROM pada bagian kepala adalah menundukkan kepala hingga menuju dada (flexion), kemudian dikembalikan pada posisi semula.

Untuk bagian pergelangan tangan bisa melakukan gerakan membengkokkan ke bagian atas (hyperextension) dan bawah (flexion). Setelah melakukan gerakan latihan tersebut posisi tangan harus dikembalikan pada posisi semula (extension).

Para perawat juga memberikan program latihan dengan berbagai macam variasi. Dengan menambahkan gerakan variasi, para pasien pasca stroke yang sedang melaksanakan terapi tidak akan merasa bosan dengan gerakan terapi yang normal. Para pasien yang sudah sembuh dari stroke bisa memilih, antara melakukan terapi ROM atau bisa juga tidak melakukan terapi ROM. Perlu di ingat sebelum para pasien memilih untuk melakukan terapi ROM, mereka harus melakukan konsultasi kepada dokter spesialis ataupun instansi terkait

DATA DIRI PENULIS

Nama : Muhammad Ridhan Anwarudin
Tempat /Tanggal Lahir : Malang, 17 November 2000
Alamat : Puri Kartika Asri M 15
RT/RW : 01/09
Kel/Desa : Arjowinangun
Kecamatan : Kedungkandang
Kabupaten/Kota : Kota Malang
Pekerjaan :Mahasiswa
Jurusan : S1 Ilmu Keolahragaan
Fakultas : Fakultas Ilmu Keolahragaan
Nomor Telepon : 081554921053
Alamat Email : ridhanmuhammad77@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.