Oknum PJs Kades Merlung Puspandi terancam Diganjar sanksi akibat Sikap dan Tindakannya terhadap Wartawan

Tanjab Barat l Detikkasus.com – Sikap, perilaku serta tindakan yang dilakukan oleh pejabat sementara kepala Desa Merlung Puspandi, SE selaku perpanjangan tangan pemerintah daerah untuk Desa Merlung diduga tidak mencerminkan sebagai sosok pimpinan Desa yang diamanahkan padanya.

Demikian juga sebagai PNS aktif dirinya tidak menunjukkan etika yang baik dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai pelayan publik di wilayahnya bertugas. Hal itu terbukti atas sikap dan tindakannya yang melakukan intimidasi terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik sebagaimana yang telah diatur dalam undang-undang Nomor 40 Tahun 1999.

Atas kejadian tersebut, Sekretaris Daerah kabupaten Tanjab Barat, Provinsi Jambi H. Dahlan, S.Sos.,MM menyoroti persoalan arogan PJS Kades Merlung yang notabene seorang PNS terhadap wartawan.

Keprihatinan Sekda terhadap kelakuan PJs Kades notabene seorang PNS tersebut terbukti dengan perintah Sekda terhadap Camat Merlung untuk check permasalahan.

Selain itu, sekda Tanjab Barat sangat menyayangkan sikap arogan seorang PNS dalam menjalankan tugas sebagai PJs Kades Merlung. Hal itu diungkapkan Sekda Tanjab Barat, saat dikonfirmasi media.

“Seorang PNS itu adalah abdi negara dan abdi masyarakat” ujar Sekda Tanjab Barat saat dikonfirmasi media Pada Kamis (6/6/2024)

Lebih lanjut Sekda menambahkan “Tadi sudah saya sampaikan dengan Bu Camat, tolong di chek permasalahan sesungguhnya, seperti apa” kata Sekda.

Ditanya sanksi bagi PNS arogan, Sekda mengatakan sanksi sesuai kesalahan yang dilakukannya, mulai dari teguran lisan, sampai administrasi.

“Kita lihat kesalahannya, mulai dari teguran lisan, sampai administrasi” tegasnya.

Terpisah kepala Dinas PMD kabupaten Tanjab Barat, M. Nasir saat dikonfirmasi turut prihatin atas tindakan yang dilakukan PJs Kades Merlung.

Kita akan segera konfirmasi ke perangkat desa disana, termasuk PJs Kades nya soal kejadian pengusiran wartawan tersebut” kata Kadis. Pada Rabu kemarin (5/6/2024)

“Media adalah mitra kerja pemerintah, termasuk desa. Media berkontribusi dalam pengawasan terhadap program yang kita laksanakan ditengah masyarakat” jelasnya

Dia juga mengatakan jika pihaknya akan segera memanggil PJs kades Merlung yang belakangan ramai diberitakan terkait sikap dan tindakannya pada wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

” Sejauh ini sudah ada penjelasan dari PJs Kades Merlung terkait persoalan tersebut melalui via telepon, dan akan menindaklanjut persoalan ini dengan memanggil secara langsung yang bersangkutan,” katanya saat dikonfirmasi media (6/62/2024).

Lebih lanjut, secara garis besar kades telah menjelaskan melalui via telepon, hanya saja kami ingin mendengar lebih detail lagi apa penyebab terjadinya tindakan pengusiran terhadap rekan wartawan yang sedang menjalankan tugas profesinya.

” Dalam waktu dekat kami akan memanggil yang bersangkutan, supaya jelas duduk persoalannya, kenapa bersikap dan bertindak demikian terhadap wartawan, ” sebut kadis.

Sebelumnya diberitakan, Zulkatan wartawan Inspirasi Jambi telah mendapat perlakuan kasar dari oknum PJs kades Merlung. Hal itu diungkap Zulkatan pada Lantang Jambi.

Menurutnya, saat itu sekira pukul 10.00 wib dirinya bersama rekan media lainnya mendatangi kantor desa Merlung guna menghimpun informasi dan data terkait penggunaan dana desa.

” Kejadiannya tadi pafi sekira pukul 10.00 wib, saya dan rekan media lainnya datang ke kantor desa untuk konfirmasi, ” kata Zulkatan, Rabu (5/6/2024) melalui via telepon.

Lebih lanjut menurutnya, setelah bertemu kades awalnya pembicaraan biasa-biasa saja namun saat dikonfirmasi soal indo grafik tahun 2024 Sub Pembanguan yang tidak merinci beberapa Item Pembangunan untuk Tahun ini semisalnya jenis kegiatan, lokasi pekerjaan ,volume , besaran anggaran dan mengunakan dana apa ?

Sebab info grafik yang dipasang pihak Desa tidak terinci,hanya secara global, selayak dan sepantasnya Keterbukaan Informasi harus dikedepankan sesuai aturan yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah.

Setelah mendapatkan pertanyaan wartawan Kades Merlung keluar ruangan langsung memanggil Sekdes agar Info grafik dirubah sesuai ketentuan.

Namun diluar Dugaan PJS Kades Merlung ini masuk kedalam ruangan serta meninju pintu ruangan dengan Keras dan langsung mengusir wartwan dengan suara Keras,

“jauh kamu..jauh kamu dari sini,” ujarnya menirukan kades.

Lebih lanjut menurutnya, dia bersama rekannya masih berusaha duduk dengan tenang, sebab ini adalah Kantor dan kamipun tidak merasa berbuat salah sebab kami bekerja mengedepankan Etika.

Dengan Kondisi yang tidak memungkinkan lagi, salah satu staf mengandeng kami keluar kantor lantaran Pjs Kades tidak kontrol lagi. Saat posisi kami sudah diluar kantor Desa, perkataan yang tak senonoh dan tak pantas untuk diucapkan oleh seorang PNS dan Pejabat publik pun dilontarkan.

“Kalau mau berkelahi ayo dengam saya.sambil mengejar kami, perkataan tersebut berulangkali diucapkannya, ” pungkasnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *