Milad Muhammadiyah ke-109 dengan Topik Umum “Optimis Hadapi COVID-19: Menebar Nilai Utama”

Artikel l Derikkasus.com – Muhammadiyah sebagai organisasi di Indonesai telah menorehkan banyak kontribusi bagi bangsa dan dunia Islam. Pada tahun 2018 Muhammadiyah berumur 106 Tahun yang di peringati pada tanggal 18 November dengan mengankat tema “Ta’awun Untuk Negeri” yang berarti bahwa, disetiap pengabdiannya pada negri memunculkan berbagai inovasi, kreativitas dan kemajuan bagi masyarakat Indonesia.

Apa lagi pada tahun 2018 kemarin Muhammadiyah menerima penghargaan sebagai Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bidang penggulangan bencana kementerian dalam Negeri RI atas pengabdiannya terhadap bencana sosial yang hadir di Negeri.

Muhammadiyah menaapatkan penghargaan bukan simbolis semata tapi karena memang Muhammadiyah ihtiar kemanusiaan secaara tulus dengan spirit Ta’awun digelorakan sebagai kader ummat, kader bangsa.

Ta’awun sendiri merupakan upaya kerjasama, tolong menolong antara sesama manusia dalam prinsip kebaikan. Yang selaras dalam Al-Qur’an , Q.S.Al Imran: 104, yang artinya “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. Prinsip amar ma’ruf nahi munkar yang menjadi inspirasi dan gerakan Muhammadiyah dalam ranah; kesehatan, pendidikan, dan sosial.

Namun Pada Miladnya yang Ke-109 Muhammadiyah msih istiqomah menebar nilai utama.

Pada Miladnya yang ke-109 Muhammadiyah mengakat tema “Optimis Hadapi Covid-19: Menebar Nilai Utama.” Kagiatan Milad Muhammadiyah yang diselenggaran secara luring di sportorium UMY dan daring melalui daring melalui aplikasi zoom serta siaran langsung di kanal Youtube resmi Muhammadiyah pada Kamis (18/11/2021).

Pada Milad Muhammadiyah yang ke-109 di hadiri oleh Presiden Republik Indonesia secara luring dari Istana Negara, Jakarta.

Melalui sambutanya Bapak Presiden menyapaikan selamat Milada yang ke-109 kepada Muhammadiyah yang mengapresiasi peran Muhammadiyah untuk bangsa.

Selain menyaipakan selamat Milad kepada Muhammadiyah bapak Presiden juga mengatakan bahwa “ di usia yang ke-109, Perserikatan Muhammadiyah telah mewarnai perjalanan bangsa, bersinergi membangun kekuatan, berjuang, merawat dan memajukan Indonesia “ Hal ini tentu menjadikan inspirasi bahwa dalam perjlan Bangsa Indonesia kedepan harus tetap kompas, bersinerjis untuk Indonesia yang lebih baik dan Umat yang lebih sejahtera.
Selain Presiden Republik Indonesia yang memberikan selamat atas Milad Muhammadiyah, pada kesempatan yang sama juga Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir menyampaikan pidato Milad Muhammadiyah Ke-109. Dalam penyampaian Prif. Haedar Nashir mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk selalu kompak dan optipis di tengah pandemi Covid-19 Ini. Belaiu juga mengatakan bahwa “ Bangsa Indonesia harus bangkit dari pandemi dan sigap dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi Negri” karena memang Indonesia yang memiliki potensi dan peluang yang positif untuk bangkit dari pandei dan persoalan bangsa dengan selalu mengedepankan kerja sama dan selalu berpikir optimis.

Selain sikap otrimis, yang tidak kalah penting yang harus tetap di Junjung tinggi adalah menebar nilai utama (al-qiyam al-faḍīlah) yang merupakan sesuatu yang berharga dan menjunjung tinggi dalam kehidupan manusia. Di antara nilai utama yang dikembangkan adalah nilai tauhid prokemanusiaan (al-qiyam al-tauhid li al-insanī), nilai pemuliaan manusia (alqiyam al-takrim al-insanī), nilai persaudaraan dan kebersamaan (al-qiyam al-ukhuwwah wa al-jamā‘iyyah), nilai kasih sayang (al-qiyam al-tarāhum), nilai tengahan (al-qiyam alwasaṭiyyah), nilai kesungguhan berikhtiar (al-qiyam al-mujāhadah), nilai keilmuan (alqiyam al-‘ilmiyyah), serta nilai kemajuan (al-qiyam al-ḥadāriyyah). Nilai-nilai utama tersebut dapat dijadikan dasar orientasi dalam menyikapi pandemi, sekaligus mengembangkan sikap luhur pasca pandemi karena sangat bermakna bagi kehidupan bersama umat manusia.

Selain itu juga, pak Haedar berpesan agar seluruh warga bangsa terutama dalam masa pemulihan masa covid-19 harus terus menjaga semangat optimisme, kebersamaan, menguatkan nilai-nilai yang memperkuat kebersamaan dan menghindari nilai-nilai yang merusaknya” lagi-lagi dalam hal hal ini selalu menekankan untuk selaluh masyarakat Indonesia untuk optimis dan terus memper erat nilai-nilai yang memperkuat kebersamaan di tengah-tengah masa pandame yang meanda Bangsa Indonesia. Dalam masa pandemi covid-19.

Muhammadiyah selalu konsisten untuk terus berusaha dengan segala kemampuan yang dimiliki, sumber daya dan sistem yang digerakan untuk hadir dan ikut menjadi bagian yang memberi solusi dan tetap selalu optimis dalam menghadadapi pandemi ini.

Masyarakat harus tetap selalu menjaga protokol kesehatan dan selalu bersama dan bersatu dalam menghadapi masalah apapun, karena menag dengan bersama, bersatu dan selalu bersikap optimis dan mengedepankan nilai utama, apapun masalahnya akan mampu di lewati dan di hadapi. Dalam hal ini masyarakat Indonesia harus mampu mengeliminasi perbedaan-perbedaan tajam yang membuat kita pecah dan retak serta surut semangat untuk menghadapi Covid-19.

Selalu menghindari perilaku-perilaku yang berlebihan, sehingga nanti tidak menimbulkan perpecan di antara masyarakat Indonesia. Selain itu, ujaran-ujaran yang berlebihan, jangan terlalu mengedepankan egoisme, yang mementingkan kepentingan golongan dan sebagainnya.

Karena memang bengsa Indonesia adalah bangsa yang besar, yang di bangun di atas gotong royong, kebersamaan dan persatuan yang harus tetap di jaga.

Penulis: Nurhasanah
Prodi Ilmu pemerintahan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Muhammadiyah Malang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *