Mantan Kombatan GAM Dan IMN Minta PGE Evaluasi Kembali Syarat Rekrutmen Tenaga Kerja.

Aceh Utara |Detikkasus.com – Perekrutan tenaga kerja di perusahaan migas pt pema global energi (PGE) menjadi sorotan di kalangan masyarakat terkait dengan persyaratan yang diminta.

Kepada detikkasus.com, rasyidin hs. Atau panglima sapaan akrabnya yang kini aktif diberbagai organisasi ini kecewa dengan syarat yang diminta oleh PGE, dia menilai ada indikasi main mata dengan beberapa pihak dalam perekrutan tenaga kerjanya. Tanpa mempeioritaskan masyarakat lingkungan sekitar persyaratan perekrutan tenaga kerja di perusahaan migas pt pema global energi (PGE) dimana salah satu persyaratan yang dianggap terlalu dipaksakan.

Posisi. 1, procurement coordinator (kode: PROC). 2, inventory & logistic coordinator (kode:ilcc). 4, logistic & warehouse officer (kode: logw), 5. Inventory asset & formalities officer (kode: iafo), 5. Medical doctor (kode: medc), 6. Sr, reservoir engineer (srre). 7, sr. Production engineer (srpe), 8. Ict coordinator (1 ctc), dan salah satu kualifikasi yang diminta memiliki pengalaman di migas sesuai bidang yang dilamar minimal 10 tahun (1,2,5,8), 7 tahun (6,7) dan 5 tahun (3,4).

Saya melihat putra-putriyang berkompeten di zona perusahaan yang telah menyelaikan pendidikannya sejak lama selalu tidak bisa ikut mendaftar,”karena dari mana mereka akan mendapat pengalaman 10 tahun jika dari awal hingga sekarang belum diberikan kesempatan mencari pengalaman/diterima di perusahaan yang berada di depan rumah mereka.”tuturnya mereka, dengan persyaratan tersebut. saya nilai sangat miris bagi mereka yang tinggal disekitar itu dan juga aban hari menyaksikan pekerja dari luar daerah yang menurut mereka belum tentu lebih baik dari mereka.

Seharusnya, pihak PGE memberikan ke khususan terhadap putra-putri kabupaten aceh utara agar bisa bekerja di perusahaan tersebut. Kalau itu persyaratan yang diberikan sama saja putra-putri aceh utara tidak bakal bekerja di perusahaan tersebut.

“Janganlah buat putra-putri kabupaten aceh utara menjadi penonton di tanahnya sendiri, janganlah menjadi semboyan “Buya Krueng teudong dong buya tameng meuraseuki” itulah yang dikomentari terjadi pada putra-putri aceh utara,”cetusnya terdengar oleh awak detikkasus.com ini

Hal senada ini juga disampaikan oleh muhammad nazar ketua Ikatan mahasiswa nibong (IMN) sangatlah disayangkan nasib senior-senior kami yang telah lama lulus dari perguruan tinggi tapi tidak berkesempatan ikut bekerja karena persyaratan yang tidak wajar.

“Jadi untuk apa juga kami tinggi-tinggi menempuh pendidikan kalau tidak diprioritaskan oleh perusahaan yang beroperasi dikecamatan kami ini, dan juga kalau itu persyaratannya maka sampai kapan pun kami tidak dapat pekerjaan dan ini akan menjadi bom waktu untuk kekhususan Aceh itu sendiri, seharusnya persyaratan yang demikian tidaklah perlu. Ini bukan saja di PGE namun juga di tempat lain juga,”katanya menyampaikan.

Kami yang muda-mudi ini jangan sampai meresakan apa yang dulu pernah dirasakan oleh orang tua kami, mereka harus mengangkat senjata dulu untuk meminta keadilan.

(Abel Pasai-Ka-Biro Aceh Utara/Lhokseumae)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *