Mahasiswa PMM UMM Membantu Pengembangan KRPL di Desa Sumbergondo

Artikel l Detikkasus.com – Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang kaya dengan ketersediaan pangan dan rempah yang beraneka ragam. Berbagai jenis tanaman pangan yaitu padi-padian, umbi-umbian, sayuran, buah-buahan, dan pangan dari hewani yaitu unggas, ikan, dan ternak kecil dapat tumbuh dan berkembang di Negara Indonesia.

Pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat.

Ketersediaan pangan merupakan aspek penting dalam mewujudkan ketahanan pangan karena penyediaan pangan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan konsumsi pangan bagi masyarakat, rumah tangga, dan perseorangan secara berkelanjutan.

Indonesia sebenarnya memiliki potensi ketersediaan anekaragam pangan yang sangat besar.

Pangan mempunyai potensi diversifikasi produk yang cukup beragam hasil olahannya

Dan memiliki kandungan zat gizi yang beragam. Pangan memiliki potensi permintaan pasar baik lokal, regional, maupun ekspor yang terus meningkat.

Pertumbuhan ekonomi dapat berpengaruh terhadap kebutuhan pangan, sesuai dengan pertambahan jumah penduduk, per kapita dan nilai ekonomi di masyarakt yang meningkat.

Kecukupan pangan yang berasal dari hasil pertanian dan peternakan sebagai tolak ukur perkembangan perekonomian di Indnesia, sehingga sangat penting untuk membangunnya, karena pangan sebagai salah satu bagian pembangnunan bangsa Indonesia.

Naiknya harga pangan yang diakibatkan terjadinya iklim di Indonesia yang tidak dapat diprediksi, sementara ini harga pangan setiap tahunnya selalu meningkat mengakibatkan kemerosotan perekonomian dimasyarakat meningkat. Situasi kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi sekarang ini, terutama di pedesaan, dibutuhkan upaya untuk menjaga stabilitas baik dari aspek kesehatan hingga pangan.

Dimana memang untuk saat ini masyarakat juga santa dituntut lebih mengembangkan pemikiran yang dimiliki, terkait bagaimana etap damat bertahan dalam masa-masa yang tergolong cukup sulit ini.

Kementerian Pertanian menginisiasi optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui konsep Rumah Pangan Lestari (RPL).

Rumah Pangan Lestari (RPL) adalah rumah penduduk yang mengusahakan pekarangan secara intensif untuk dimanfaatkan dengan berbagai sumberdaya lokal secara bijaksana yang menjamin kesinambungan penyediaan bahan pangan rumah tangga yang berkualitas dan beragam.

Apabila RPL dikembangkan dalam skala luas, berbasis dusun (kampung), desa, atau wilayah lain yang memungkinkan, penerapan prinsip Rumah Pangan Lestari (RPL) disebut Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Program Kawasan Rumah Pangan Lestari ini merupakan kegiatan yang mendorong warga untuk mengembangkan tanaman pangan maupun peternakan dan perikanan skala kecil dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah.

Jadi, ini merupakan terobosan dalam menghadapi perubahan iklim melalui pemanfaatan pekarangan dalam mendukung ketersediaan serta diversifikasi pangan.

Seberapapun lahan pekarangan yang ada, bisa untuk menghasilkan pangan dari rumah, karena untuk warga yang memiliki lahan terbatas bisa tetap menanam dengan teknik vertikultur.

Program KRPL merupakan pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan yang dirancang untuk ketahanan dan kemandirian pangan.

KRPL dianggap mampu mengatasi ketahanan pangan, karena masyarakat dapat secara mandiri memenuhi kebutuhan konsumsi dengan bercocok tanam di lahan yang sempit sekalipun.

Selain itu, KRPL merupakan program pemerintah dibidang ketahanan pangan yang pelaksanaannya dapat dilakukan di kawasan perkotaan maupun pedesaan, sehingga semua lapisan masyarakat dapat terlibat dalam pelaksanaan program KRPL ini.

Kota Batu merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang melaksanakan program KRPL.

Salah satu program KRPL yang berada di Kota Batu adalah KRPL Desa Sumbergondo yang terletak di Kecamatan Bumiaji.

Hal ini juga didukung dengan masih banyaknya pekarangan atau lahan kosong disekitar rumah warga.

Dengan adanya lahan kosong tersebut maka dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman skala kecil atau keluarga dalam rangka perbaikan lingkungan serta dapat pula dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan pendapatan keluarga ataupun pendapatan untuk masyarakat sekitar.

Dimana selain dapat dijual, hasil dari panen bias digunakan juga untuk konsumsi sendiri untuk mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari.

Pelaksanaan KRPL di Desa Sumbergondo terbilang sudah cukup baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan total 17 RT yang berperan aktif dalam pembuatan serta perawatan hingga panen dilakukan. KRPL di Desa Sumbergondo juga setiap saat dilakukan pengecekkan dan juga penambahan tanaman atau perbaikan, serta selalu dijaga kebersihannya agar lingkungan sekitar tetap terhindar dari berbagai penyakit yang dapat menyerang akibat lingkungan yang kotor.

Dalam pengembangan KRPL yang ada di Desa Sumbergondo ini. Mahasiswa PMM Kelompok 35 Gelombang 15 turut serta terjun langsung dalam membantu pengembangan dan pembuatan KRPL yang ada di Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

Mahasiswa PMM juga membantu dalam penyediaan bibit-bibit tanaman yang diperlukan untuk mengisi lahan-lahan yang dirasa masih kosong dan masih dapat dimanfaatkan sebagai lahan untuk menanam tumbuhan yang nantinya juga dapat dipanen bersama-sama dan dinikmati hasilnya secara langsung oleh masyarakat sekitar.

Selain membantu dalam memenuhi kebutuhan bibit yang diperlukan, Mahasiswa PMM juga membantu dalam pembuatan serta penataan lokasi area KRPL sehingga lokasi yang digunakan dapat dimanfaatkan secara maksimal baik dari penempatan tanaman serta penataan lokasi agar dilihat dan dipandang juga indah.

Mahasiswa PMM juga bekerjasama dengan ibu-ibu PKK agar kegiatan yang dilakukan dapat bejalan dengan lancar.

KRPL sendiri untuk saat ini memang dirasa sangat menguntungkan dan juga sangat membantu dalam pemenuhan kebutuhan pangan di Desa Sumbergondo.

Terlebih lagi di kawasan Desa Sumbergondo sangatlah mendukung untuk adanya KRPL dengan kawasan yang memang sebagian besar adalah kawasan pertanian. Dengan adanya KRPL ini, maka masyarakat dapat mengurangi pengeluaran mereka untuk selalu menggantungkan kebutuhan pangan dengan membeli kebutuhan di pasar atau sejenisnya.

Hal ini cukup dapat menghemat perekonomian mereka, sehingga kebutuhan yang lain juga masih dapat terpenuhi dan tercukupi.

Diharapkan dalam pengembangan KRPL ini tidak hanya sebatas dilingkungan Desa atau RT saja, namun diharapkan setiap rumah dari warga mempunyai RPL sendiri, sehingga pemanfaatan lahan kosong yang ada dimasing-masing rumah juga dapat dimaksimalkan, serta target kebutuhan pangan yang berkecukupan dapat tercapai. Dengan adanya KRPL ini, maka diharapkan pula dapat mendongkrak naik perekonomian masyarakat yang mulai merosot akibat mahalnya berbagai kebutuhan yang ada di pasar.

Harapannya hasil dari KRPL dapat lebih dikembangkan lagi serta ditingkatkan lagi agar panen yang dihasilkan juga memuaskan. (Mahasiswa PMM Kelompok 35 Gelombang 15)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *