LSM Pertanyakan Status Pasar Bagan Limau

oleh -

Detikkasus.com | Kabupaten Pelalawan, Status lahan pasar di Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Propjnsi Riau, dipertanyakan. Pasalnya lahan pasar tersebut belum diketahui apakah milik perseorangan atau milik Pemda Pelalawan.

Demikian disebutkan oleh Ketua koordinator infestigasi DPP LSM Fortaran (Forum masyarakat pemantau APBD/APBN) Devid Amriadi kepada media ini Kamis (7/2/19) di kantor Dinas PU Pelalawan.

Menurutnya tindakan pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam mengucurkan dana APBD untuk pembangunan pasar desa Bagan Limau, terkesan aneh. Sebab setahunya daerah tersebut berstatus kawasan. Sementara dalam lokasi pasar itu sudah ada bangunan kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2015 lalu hingga tahun 2018 yang menelan dana APBD Pelalawan senilai kurang lebih Rp 500 juta.

Devid lebih menyorot pembangunan jalan semenisasi yang baru dilaksanakan menggunakan dana APBD anggaran tahun 2018 di pasar tersebut. Yaitu jalan semenisasi pasar yang menelan dana APBD Pelalawan sebesar Rp 122.293.000, yang dikerjakan oleh CV. Dewi Citra Mandiri.

Ironisnya pelaksanaan proyek jalan semenisasi pasar dengan panjang 350 M, Lebar 172 CM, Tinggi bervariasi dari12-17 CM. Kejanggalan lain pada realisasi pelaksanaan jalan semenisasi pasar tersebut yaitu, mutu beton (kofisein) hanya senilai 175,  yang seharusnya 250. Kemudian semenisasi itu tidak menggunakan besi didalamnya. Maka itu pihaknya meminta BPK untuk segera mengaudit pelaksanaan kegiatan pembangunan pasar di Desa Bagan Limau itu, pintanya.

PPK (pejabat pelaksana kegiatan) Patriadi kegiatan pembangunan jalan semenisasi tersebut yang pernah dikonfirmasi atas masalah itu, mengaku telah melaksanakan pembangunan jalan semenisasi pasar tersebut sesuai dengan speknya. Begitu juga Rinaldi selaku PPTK yang dijumpai secara bersamaan saat itu, membantah bahwa ketebalan jalan semenisasi itu tidak sesuai dengan volume yang telah ditentukan. Dikatakannya bahwa ketebalan semenisasi itu tidak kurang dari 20 CM. Untuk memastikan ketebalan semenisasi itu Rinaldi malah menyarankan turun dilapangan untuk mengecek. (Sona)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *