LSM Gmicak “Desak DLH Kabupaten Pasuruan Ambil Tindakan Tegas” 5 Perusahaan Buang Limbah Cair

Pasuruan I Detikkasus.com – Jejak kasus tv melaporkan. Pada tanggal 9 September LSM Gmicak dan LSM LPAPR mengajukan audensi ke DPRD melalu komisi tiga DPRD Kabupaten Pasuruan terkait penanaman pipanisasi limba cair yang di lakukan lima prusahaan yang mengalir ke sungai warga dusun selorawan di Desa Gunungansir Kecamatan Beji kabupaten Pasuruan Jawa Timur.

Dalam rapat audensi terkait kenerja DLH Kabupaten Pasuruan mengenai pembuangan limbah cair yangg di buang melalui pipanisasi yang di tanam di Wilayah Beji Kabupaten Pasuruan.

Kami tim LSM Gmicak dan Media jejak kasus mengajukan Audensi ke DPRD Kabupaten Pasuruan pada tanggal 9 september 2021 terkait pembuangan limbah cair yang melalui pipanisasi yang mengalir ke sungai warga.

Didalam Audensi tersebut dipimpin langsung oleh Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, tiga Romo yai Daman Huri dan lima Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.

Dalam rapat audensi terkait limbah lima prusahaan yang di tanam melalui pipanisasi yang mengalir di sungai meranti, di hadiri dari Dinas DLH Kabupaten Pasuruan, Kabit Penindakan bapak Samsul.

Dari hasil audensi yang di pimpin langsung ketuwa komisi tiga DPRD kabupaten Pasuruan.

Suda jelas banyak pelangaran:
a. Tidak ada ijin penanaman pipa dari dinas terkait.
b. Diduga limbah cair banyak yang tidak susuai baku mutu, yang ahirnya merugikan masyarakat yang terdampak

Romo yai H. Daman Huri Ketua Komisi III DPRD mendesak dinas DLH kabupaten Pasuruan agar cepat menindak lanjuti pelangaran yang di lakukan khususnya lima prusahaan yang membuang limbah cairnya yang melalui pipa yang di tanam di kecamatan Beji tanpa ijin atau menindak.

LSM Gmicak dan LPAPR dan LSM GRAM PASRA media jejak kasustv.com terus mengawal dari hasil audensi yang di pimpin anggota DPRD melalui komisi tiga, ternyata kurang lebih duwah Minggu DLH kabupaten Pasuruan belum ada tindakan.
Ada apa dengan DLH Kabupaten Pasuruan membiarkan apa mandulkah atau dalam mengambil kebijakan.

Padahal sudah jelas dari surat edaran bupati pasuruan MH irsyad yusuf.Nomer:060.3/1537/424078/2014. Tertanggal 29 September 2014. Peihal larangan pembuangan limbah cair atau sampah.

Tim LSM terus mempertanyakan dan meminta audensi lagi ke dinas DLH kabupaten untuk memangil lima prusahaan.

Pada tanggal 16/ 10/ 2021 DLH Kabupaten Pasuruan menghadirkan lima prusahan untuk audensi terkait dugaan pelangaran yang di lakukan oleh lima prusahaan.melalui DLH kabupaten pasuruan ternya benar pihak prusahaan dalam penanaman pipanisasi limba cair yang ada di kecamatan Beji tidak ada ijin dari dinas terkait ungkap dari salasatu Perwakilan perusahaan, tim terus mendesak apa tindakan Dinas DLH Kabupaten Pasuruan.

Setelah lima perusahaan mengakui dalam penanaman pipanisasi limbah cair yang di buwang ke sungai Meranti dan banyak temuan limba cair yang banyak tidak sesuai baku mutu.
Jawab dari kepala dinas penindakan degan tegas saya Masi baru pak ungkapnya dalam ruangan rapat.

Kami dari Tim LSM dan media jejak kasus tv mempertanyakan.

1. Apa dapat di benarkan sesuai undang undang lingkungan hidup.
2. Apa sikap tindak lanjut Dlh kabupaten/ DLH Propensi Jawatimur Apabila pihak perusahan itu melanggar.

(Ari jejak kasus tv Pasuruan melaporkan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *