Koordinator PPA Aceh, Sungguh Sangat Disayangkan Dengan Kritikan Oleh Media Online Lainnya, Terkesan Tidak Berbobot.

Dan Tidak Mendukung Lapangan Kerja, Masyarakat Kabupaten Aceh Timur, “Apa Sanggup Media Online Itu Beri Lapangan Kerja Terhadap Rakyat”.

Aceh |Detikkasus.com -Sungguh sangat di sayangkan, adanya pemberitaan miring. Disalah satu media online lainnya, berinisial situs media “N.TV”. Yang berjudul, ARPA buka suara terkait pengeboran sumur ilegal di aceh timur, terbitan pada tanggal. 10 juli tahun 2024 dini hari. Dengan atas tudingan di media online itu, di aceh timur.

Terhadap adanya kegiatan mata pencarian masyarakat, yang berlandaskan pengusaha minyak mentah tersebut. Yang di uraikan, media lainnya itu. Anehnya lagi, seharusnya dari pihak media online lainnya itu. Melakukan pemberitaan secara publik, tanpa adanya memikirkan nasib keadaan masyarakat se-kabupaten aceh timur jangan lah menyudutkan berlandaskan pengusaha. Yang juga mematahkan mata pencarian masyarakat di kabupaten aceh timur, salah satunya desa gampong alur canang kecamatan birem bayeun tersebut.

Pantauan wartawan media online ini, dengan secara menganalisis dari hasil tulisan atau pun narasi yang di unggah oleh wartawan itu. Tidak adanya memikirkan efek sampingnya, terhadap masyarakat sekitaran aceh timur. Diduga wartawan tersebut, terkesan pula. Iri dan dengki, dikarenakan tidak dapatnya saweran atau pun setoran dari masyarakat di aceh timur itu.

Apa tidak malukah, apa yang dia telah perbuat. Dengan pemberitaan miring tersebut, “wah-wah. Itu wartawan, dikarenakan tidak pandai melakukan pendekatan terhadap pengusaha atau dari bos-bosnya kami, kami selaku masyarakat sangat bersyukur adanya pengusaha. Karena dari itu, kami juga mau meminta kepada pemerintahan kabupaten aceh timur tersebut.

Juga tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan, sama juga seperti wartawan N. TV itu. Dia buat berita miring, itu sama dengan melumpuhkan mata pencarian masyarakat se-kabupaten aceh timur, apakah mampu wartawan itu menyediakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat.

Jelas, dia itu tidak mampu. Berapa ribu orang masyarakat aceh timur harus dia tanggung beban lapangan pekerjaan”. Cetus masyarakat di desa gampong alur canang kecamatan birem bayeun kabupaten aceh timur itu, rabu 10/07/2024 sekitar pukul.14.33.wib.

Menurut Tri Nugroho Panggabean, Selaku koordinator percepatan pembangunan Aceh (PPA). Menyikapi dan pantauan darinya itu. Dari beberapa media online khususnya di daerah provinsi aceh, mengomentari dengan bijaksana. “Harapan saya, dengan adanya kegiatan masyarakat itu. Saya sangat mendukung, adanya kembali lapangan kerja untuk masyarakat di kabupaten aceh timur.

Khususnya juga daerah provinsi aceh, jadi kalau ada dari pemberitaan miring dalam hal. Masyarakat melakukan kegiatan tentang minyak mentah, yang katanya disebut-sebut ilegal. Itu sungguh sangat salah sekali, kenapa saya ucapkan seperti itu. Yang pertama sekali, dengan adanya pengusaha (vendor) masuk ke kabupaten aceh timur. Itu sudah sangat membantu sekali, untuk masyarakat yang begitu banyak pengangguran. Dengan adanya vendor tersebut, maka terbukalah lapangan kerja untuk masyarakat.

Coba saja lah kita berfikir secara sehat, dari pihak pemerintahan kabupaten aceh timur saja. Tidak mampu untuk mensejahterakan rakyatnya, coba banyangkan saja. Berapa juta jiwa, masyarakat aceh timur yang tertimpa kemiskinan. Akibat ulah-ulah pihak pemerintahan kita di aceh timur, khususnya di aceh. Dengan adanya vendor-vendor pembelian atau sebagai pengusaha minyak mentah tersebut, apa salahnya kita dukung mereka. Agar masyarakat se-kabupaten aceh timur, bisa sejahtera dan bisa makmur. Kita selakau bagian pengamat pemantau publik, biarkan lah masyarakat itu bekerja. Untuk menambah serta menyambung hidupnya mereka, jangan yang kecil kita gasak. Yang besar kita tidak mampu untuk memberantasnya, malah banyak kita lihat. Para bandit-bandit berdasi, sekarang ini terpelihara dengan oknum-oknum tertentu.

Parahnya lagi, oknum-oknum tertentu itu. Memelihara bandit-bandit berdasi, bukannya dengan nilai yang besar. Malah dengan nilai-nilai recehan, itu namanya kita selaku corong pihak publik”. Pungkasnya, Tri itu, membeberkan kepada wartawan media online ini. Saat dini hari itu juga, 10/07/2024 sekitar pukul.17.35.wib. Lewat telepon selular whatsappnya, dengan nomor 085361xxxx52.

(Jihandak Belang/Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *