Kondisi Ulama di Akhir Zaman Menurut Hadits Nabi

oleh -

Detikkasus.com | Hikmah Islami

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ…

Saudaraku, kata Ulama adalah bentuk jama’ dari ‘alim yang artinya ahli ilmu atau ilmuwan.

Sementara kata su’ adalah masdar dari “..sa’a-yasu’u-saw’an..” yang artinya jelek, buruk dan jahat.

Secara bahasa arti ulama su’ adalah *ahli ilmu atau ilmuwan yang buruk dan jahat.*

Sesungguhnya Allah ﷻ dan Rasulullah Muhammad ﷺ sangat membanggakan para Ulama. Karena Ulama Islam adalah pewaris para Nabi, mereka mengetahui Agama dan dekat kepada Allah ta’ala, sehingga mereka menjadi hamba-hamba Allah ta’ala yang takut kepada-Nya jika sampai melanggar ajaran-Nya yang telah diketahuinya.

Mereka menjadi pelita-pelita yang mampu memberikan penerangan hati umat manusia dikala mengalami kegelapan dan mereka menjadi idola dan teladan dalam mentaati Allah ta’ala dan Rasul-Nya, Al-Mushthafa Muhammad SAW.

Ulama seperti inilah yang dibanggakan Allah ta’ala, Rasul-Nya, para penduduk langit dan bumi, termasuk ikan-ikan paus di lautan sebagaimana firman Allah ta’ala dan sabda-sabda Nabi-Nya berikut ini:

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari para hamba-Nya hanyalah para Ulama; sesungguhnya Allah itu Maha Perkasa, Maha Pengampun.” (Al-Fathir, 35:29).

Para Ulama adalah kepanjangan tangan Nabi SAW dalam menyampaikan risalah Islam ke seluruh kalangan ummat menurut zamannya. Dalam menyampaikan syariat Islam tsb mereka tidak takut kepada apa dan siapapun kecuali Allah’Azza wajalla.

الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالَاتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا اللَّهَ وَكَفَى بِاللَّهِ حَسِيبً

“Orang-orang yang menyampaikan amanat Allah dan takut kepada-Nya dan tiada mereka takut kepada siapa pun kecuali Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Penghitung” (Al-Ahzab, 33:40)

Rasulullah SAW bersabda:

اَلْعُلَمَاءُ أُمَنَاءُ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ

“Para Ulama itu adalah kepercayaan Allah untuk menerangi manusia” (Al-Qadhai, Ibnu Asakir dari Anas RA dan Kanzul-Ummal JuzX/ 28675)

اَلْعُلَمَاءُ مَصَابِيحُ اْلأَرْضِ وَخُلَفَاءُ اْلأَنْبِيَاءِ وَوَرَثَتِيْ وَوَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ

“Para Ulama itu adalah pelita-pelita bumi dan para penerus Nabi-nabi dan pewarisku serta pewaris para Nabi” (Abu Ya’la dan Kanzul-Ummal JuzX/ 28677)

اَلْعُلَمَاءُ قَادَةٌ وَالْمُتَّقُوْنَ سَادَةٌ وَمَجَالِسَتُهُمْ زِيَادَةٌ

“Para Ulama itu adalah seorang pemimpin (anutan umat) dan orang-orang yang bertaqwa adalah para pemimpin dan majlis mereka itu adalah tambahan” (Ibnu An-Najjar dari Anas RA dan Kanzul-Ummal JuzX/ 28678)

اَلْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ يُحِبُّهُمْ أَهْلُ السَّمَاءِ وَيَسْتَغْفِرُ لَهُمُ الْحِيْتَانُ فِى الْبَحْرِ إِذَا مَاتُوُا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Ulama itu adalah pewaris para nabi, penduduk langit mencinta mereka dan ikan paus di laut memohonkan ampunan kepada mereka apabila mereka mati hingga hari Qiamat” (Ibnu An-Najjar dari Anas RA dan Kanzul-Ummal JuzX/ 28679)

اِتَّبِعُوْا الْعُلَمَاءَ فَإِنَّهُمْ سُرُجُ الدُّنْيَا وَمَصَابِيْحُ اْلآخِرَةِ

“Ikutilah para Ulama, karena mereka itu pelita-pelita dunia dan pelita-pelita akhirat” (Ad-Dailami dalam Al-Musnadul-Firdaus dari AnasRA Kanzul-Ummal JuzX/ 28681)

Tetapi kondisi menjadi sangat menyedihkan, ketika akhir zaman kian mendekat, maka banyak di antara para Ulama yg menjadi kebanggaan Allah dan Rasulullah Muhammad ﷺ berubah menjadi Ulama Su’ yg kemunculannya merisaukan beliau.

Dari Abu Dzar berkata, ”Dahulu saya pernah berjalan bersama Rasulullah ﷺ, lalu beliau bersabda, “Sungguh bukan Dajjal yang aku takutkan atas umatku”

Beliau mengatakan tiga kali, maka saya bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah selain Dajjal yang paling Engkau takutkan atas umatmu ?”

Beliau menjawab, para tokoh yang menyesatkan” [Musnad Ahmad (35/222)]

Tentang Ulama Su‘ ini, Imam Ghazali kemudian mengutip sabda Rasul saw saat berpesan kepada umatnya,

أنا من غير الدجال أخوف عليكم من الدجال فقيل: وما هو يارسول الله؟، فقال: علماء السوء

“Ada yang paling aku khawatirkan dari kalian ketimbang Dajjal”

Beliau kemudian ditanya:
“Apa itu wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab, “Ulama su’..”

Nabi kita Al-Mushthafa Muhammad SAW telah mengingatkan umat Islam agar berhati-hati dan senantiasa berintrospeksi diri, karena pada suatu zaman kondisi umat Islam akan mengalami keterpurukan dalam aqidah, amal dan akhlaq. Sampai-sampai mereka tidak pantas disebut sebagai manusia.

Kondisi umat Islam demikian itu dikabar gaibkan dalam surat As-sajdah dan surat Al-Insan atau Ad-Dahr.

Oleh karena itu setiap shalat Shubuh hari Jumat, Rasulullah SAW senantiasa membaca dua surat tersebut, sebagaimana dinyatakan dalam Hadits berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِى الْفَجْرِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِآلم تَنْزِيْلُ فِى الرَّكَعَةِ اْلأُوْلَى وَفِى الثَّانِيَةِ هَلْ اَتَى عَلَى اْلإِنْسَانِ

Dan dari Abu Hurairah RA berkata: Nabi SAW biasa membaca “..Alif Lam Mim Tanzil..” (surat As-Sajdah pen.) pada rakaat pertama dalam shalat Fajar hari Jumat dan pada rakaat kedua “..Hal Ata ‘Alal-Insan..” (surat Ad-Dahr, pen) (Mutafaqqun ‘alaih, Misykatu Syarif, Jilid I/ 780)

Namun, pada zaman akhir kaum muslimin akan tergoncang hidupnya karena ulah sebagian Ulama kotor yang tamak kepada kehihupan duniawi, sampai-sampai mereka menyebarkan FITNAH tanpa rasa TAKUT kepada Allah ta’ala, bahkan mereka mendustakan kebenaran yang telah mereka ketahui sebagai sarana untuk mendapatkan rejeki, sebagaimana firman Allah ta’ala dalam Al-Quran berikut ini:

وَتَجْعَلُوْنَ رِزْقَكُمْ اَنَّكُمْ تُكَذِّبُوْنَ

“dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan(-Nya).”
QS.Al-Wāqi‘ah [56]:82

Dampak dari kelakuan Ulama-ulama tersebut, banyak masjid yang sunyi dari petunjuk Allah ta’ala, malah ada masjid yang dijadikan arena provokasi fitnah dan kebencian yang merusak keimanan dan persatuan umat Islam, sehingga kaum muslimin terkesan tidak maju, tidak baik dan tidak indah bahkan tidak sedikit yang menunjukkan citra kekerasan yang mengakibatkan banyak manusia yang antipati kepada Islam dan umatnya.

Ulama yang seharusnya menampilkan kehidupan yang dihiasi AMAL SHOLEH dan AKHLAK MULIA yang utama, malah mereka menyembunyikan kebenaran dari umatnya bahkan mereka tega MENYEBAR FITNAH untuk kepentingan politik golongannya sehingga Nabi suci Muhammad SAW sendiri menyatakan bahwa “ulama itu seburuk-buruk manusia di kolong langit”

Citra Ulama demikian inilah yang meresahkan Rasulullah SAW, sampai-sampai beliau menyampaikan kabar ghaib berikut ini:

يَكُونُ فِى آخِرِ هذِهِ اْلأُمَّتِي خَسَفٌ وَمَسَخٌ وَقَذَفٌ ، قِيلَ : يَا رَسُولَ اللهِ ! أَنُهْلَكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ ؟ قَالَ : نَعَمْ ، إِذَا كَثُرَ الْخُبُثِ

“Akan terjadi pada akhir umat ini hidup serba kekurangan, mengubah rupa atau bentuk; dan fitnah” (dengan tulisan).

Ditanyakan: “Wahai Rasul Allah! Apakah kami akan binasa, sedang di kalangan kami masih banyak orang-orang saleh?”

Beliau bersabda: “Benar, apabila banyak keburukan-keburukan” (At-Turmudzi dari Aisyah ra dan Kanzul-Umal, Juz XIV /38717)

Rasūlullah saw bersabda:

تَكُوْنُ فِى أُمَّتِي قَزْعَةٌ فَيَصِيْرُ النَّاسُ إِلَى عُلَمَائِهِمْ فَإِذَا هُمْ قِرَدَةٌ وَخَنَازِيْرُ

“Akan terjadi orang-orang awam (biasa) dalam umatku, lalu manusia kembali kepada ulama mereka; tiba-tiba mereka itu adalah kera-kera dan babi-babi” (Al-Hakim dari Abi Umamah RA dan Kanzul-Ummal, Juz XIV/ 38727)

Rasūlullah SAW bersabda:

يَمْسَخُ قَوْمٌ مِنْ أُمَّتِي فِى آخِرِ الزَّمَانِ قِرَدَةٌ وَخَنَازِيْرُ ، قِيلَ : يَا رَسُولَ اللهِ ! وَيَشْهَدُونَ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّكَ رَسُولُ اللهِ وَيَصُومُونَ ؟ قَالَ : نَعَمْ ، قِيلَ : فَمَا بَالُهُمْ يَا رَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ : يَتَّخِذُونَ الْمَعَازِفَ وَالْقِينَاتِ وَالدُّفُوفَ وَيَشْرَبُونَ اْلأَشْرِبَةَ ، فَبَاتُوا عَلَى شُرْبِهِمْ وَلَهْوِهِمْ فَأَصْبَحُوا وَقَدْ مُسِخُوا قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ

“Ada kaum dari umatku di akhir zaman yang akan mengubah bentuk menjadi kera-kera dan babi-babi”

Ditanyakan: “Wahai RasulAllah? Apakah mereka bersyahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya engkau Rasulullah dan mereka berpuasa ?”

Beliau menjawab: “Benar !”

Ditanyakan: “Apakah tanda-tanda mereka itu wahai Rasul Allah?”

Beliau menjawab: “Mereka menjadikan jenis alat musik yang bersenar banyak, para penyanyi wanita, rebana, mereka minum minuman yang memabukkan, lalu semalaman mereka minum, bersenang-senang, lalu mereka menjadi berubah sebagai kera-kera dan babi-babi” ( Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah dari Abu Hurairah ra dan Kanzul-Umal, Juz XIV/38735 )

Rasūlullah SAW bersabda:

لَيَكُونَنَّ مِنْ هذِهِ اْلأُمَّةِ قَوْمٌ قِرَدَةٌ وَخَنَازِيرُ ، لَيُصْبِحُنَّ فَيُقَالُ خُسِفَ بِدَارِ بَنِي فُلاَنٍ وَدَارِ بَنِي فُلاَنٍ ، وَ بَيْنَمَا الرَّجُلاَنِ يَمْشِيَانِ يَخْسَفُ بِأَحَدِهِمَا بِشُرْبِ الْخُمُورِ وَلِبَاسِ الْحَرِيْرِ وَالضَّرْبِ بِالْمَعَازِفِ وَلِزِمَارَةِ

“Sungguh sebagian umat ini akan menjadi kaum kera dan babi-babi. Sungguh itu benar-benar akan terjadi”

Lalu ditanyakan: “Akan terjadi hidup kekurangan di rumah bani fulan dan di rumah bani fulan, dan ketika dua orang laki-laki sedang berjalan salah seorang dari keduanya menenggelamkan dengan minum khamer dan pakaian sutera, memukul alat musik, memetik alat musik dan meniup alat musik” (Nuaim bin Hammad dalam Al-Fitan dari Malik Al-Kindi ra dan Kanzul-Umal, Juz XIV /38736 )

Rasūlullah SAW bersabda:

يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يَبْقَى مِنَ اْلإِسْلاَمِ إِلاَّ اسْمُه وَلاَ يَبْقَى مِنَ الْقُرْآنِ إِلاَّ رَسْمُه مَسَاجِدُهُمْ عَامِرَةٌ وَهِيَ خَرَابٌ مِنَ الْهُدَى عُلَمَآءُهُمْ شَرُّ مَنْ تَحْتَ أَدِيمِ السَّمَآءِ مِنْ عِنْدِهِمْ تَخْرُجُ الْفِتْنَةُ وَإِلَيْهِمْ تَعُودُ

“Hampir-hampir datang kepada manusia satu zaman yang tiada Islam kecuali tinggal namanya dan tiada Alquran kecuali tinggal tulisannya, masjid mereka ramai namun sunyi dari petunjuk, Ulama mereka seburuk-buruk orang yang berada di bawah kolong langit, dari mereka keluar fitnah dan kepada mereka fitnah itu kembali” (Ibnu Addiy dalam Al-Kamil, Al-Baihaqi dalam Syi‘abul Iman dari Ali radhiyallaahu ‘anhudan Kanzul-Umal, Juz IX/31136, 31522)

Dari Abu Hurairahra, Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:

يَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ رِجَالٌ يَخْتِلُوْنَ الدُّنْيَا بِالدِّينِ يَلْبَسُوْنَ لِلنَّاسِ جُلُوْدَ الضَّأْنِ مِنَ اللِّينِ، أَلْسِنَتُهُمْ أَحْلَى مِنَ السُّكَّرِ، وَقُلُوْبُهُمْ قُلُوْبُ الذِّئَابِ، يَقُوْلُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَبِي يَغْتَرُّوْنَ، أَمْ عَلَيَّ يَجْتَرِئُوْنَ؟ فَبِي حَلَفْتُ لَأَبْعَثَنَّ عَلَى أُولَئِكَ مِنْهُمْ فِتْنَةً تَدَعُ الحَلِيْمَ مِنْهُمْ حَيْرَانًا

“Akan keluar di akhir zaman nanti beberapa orang yang mencari dunia dengan amalan din, mereka mengenakan pakaian di tengah-tengah manusia dengan kulit kambing yang lembut, lisan mereka lebih manis dari pada gula, tetapi hati mereka adalah hati serigala”

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, “Apakah terhadap-Ku mereka berani menipu ataukah mereka berani melawan Aku? Maka dengan Kebesaran-Ku, Aku bersumpah, Aku benar-benar akan mengirim kepada mereka fitnah yang mengakibatkan ulama yang teguh hati pun menjadi bingung” [HR.At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi, Kitab Az-Zuhd, no. 2515]

Ya Allah., Al Aziiz., Al Hakim.
Anugerahilah bangsa Indonesia dengan Ulama-ulama yg membawa kedamaian, dan lindungi lah dari kejahatan para Ulama Su’ yg tutur katanya manis bagai gula, tapi hatinya dengki bagaikan serigala. Engkau lah Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.

آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ
والله أعلمُ بالـصـواب

Taatlah kepada Allah, taatlah kepada Rasul dan Ulil Amri diantara kalian.

 

(A.R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *