Kondisi Lapuk, Rumah Mbah Dasmi Warga Begadon Gayam Segera dibedah

oleh -

Detikkasus.com | Bojonegoro – Setelah hari ini Selasa (13/8/2019), Muspika(Forpimka) Gayam bersama Pemdes Begadon lakukan survei di rumah Mbah Dasmi. Tujuannya untuk menentukan konsep pembangunan, tidak lama lagi akan dibedah.

“Segera dibedah,Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Dasmi (71), warga RT 003 RW 002 Desa Begadon, yang rencana bedah rumah akan dilaksanakan pada Kamis (15/8/2019)”, ucap Agus Hariana(Camat Gayam).

Camat Gayam Agus Hariana menandaskan, kondisi rumah Mbah Dasmi sudah tidak layak huni. Lantainya masih tanah. Dinding rumah dari anyaman bambu banyak yang rusak. Begitu juga kayu atap rumah sudah banyak yang lapuk.

Rencananya, rumah tersebut akan dibongkar total. Lantainya diplester, dinding dan atapnya diganti. Juga akan dibangun kamar mandi dan WC permanen.

“Selama ini Mbah Dasmi tinggal sendiri. Kebutuhan hidupnya sehari-hari dari simpati warga,” ujarnya di sela-sela melakukan survei.

Agus berharap dengan pelaksanaan bedah rumah nanti, Mbah Dasmi bisa memiliki rumah layak huni yang aman dan nyaman untuk ditempati.

“Ini sebagai bentuk kepedulian dan tanggungjawab bersama pemerintah dan masyarakat untuk membantu warga tidak mampu,” pungkas mantan pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan itu.

Sementara Kapolsek Gayam, AKP Harjo menjelaskan, bedah rumah ini merupakan salah satu program sosial yang dilaksanakan Muspika Gayam bersama Pemdes Begadon dan masyarakat dalam rangka untuk memperingati HUT ke 74 RI.

“Kita ingin momentum HUT RI ini kita isi dengan kegiatan positif salah satunya berbagi dengan warga tidak mampu. Apalagi ini sejalan dengan program Polres Bojonegoro, Polisi Dulur Dewe,” sambung Harjo yang ikut mendampingi Camat Gayam.

Di kesempatan yang sama Pejabat Sementara (Pj) Kepala Desa Begadon, Sumantri menambahkan, rumah Mbah Dasmi berukuran 3×5 meter. Rumah tersebut akan bedah dan ukurannya diubah menjadi 3×6.

“Atas nama pemerintah desa, kami mengucapkan terimakasih kepada Muspika yang sudah peduli terhadap warga Begadon,” pungkasnya. (Red/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *