Kabupaten Kaur l Detikkasus.com – Aktivis Kaur Heli kepada awak media sangat prihatin dengan kondisi keuangan di desa terutama keuangan yang di alokasikan dengan peruntukan badan usaha milik desa yang disinyalir abu-abu alias tidak jelas,betapa tidak tanda tanda perekonomian masyarakat menuju kemajuan dari hasil usaha di desa dari hasil pengelolaan keuangan desa yang di sertakan didalam modal bumdes di nilai hanya menggerogoti keuangan desa bernilai ratusan juta rupiah hasil nya kurang transparan,coba dibayangkan kalau satu desa ratusan juta kali kan sekian desa bisa mencapai miliaran nilainya
Imbuh Heli,persoalan kedua tentang dana desa yang di alokasikan untuk ketahanan pangan masyarakat desa sejak 2023 sampai 2024 apa sih hasilnya yang di dapatkan masyarakat dari upaya tersebut seperti misal,ketahanan pangan menanam jagung,budidaya,dll semua itu di prediksi hanya akal akalan oknum tertentu dan kelompok tertentu,untuk modus mencuri uang rakyat
Uang negara di alokasikan untuk belanja barang jasa,seperti sewa lahan,pengadaan pancang,paku,bambu,kayu atap seng dan waring dengan upah tenaga kerja,saya mengira jumlah nya bukan sedikit mencapai puluan juta rupiah,dan hasilnya diduga nihil
Heli mempertanyakan hasil audit ipda kaur,hasil monev dinas pmd dan hasil monev tim satgas kecamatan,di jaman pemberantasan tindak pidana korufsi sudah pas lah dan sudah saat nya BPK turun kedesa untuk mengaudit dana desa yang di curigai untuk memperkaya diri dan kelompok atau golongan tertentu,semoga saja kekeluhan masyarakat tentang dana desa menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum kedepan,dan sepertinya maslaah ini sudah pantas di viralkan melalui IG tiktok ataupun yutuber ungkap Heli
Rza