Kementrian Kelautan dan Perikanan RI Diminta Usut Bagunan TPI Tg Beringin Retak Dimana mana.

oleh -

Detikkasus.com | Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Serdang Bedagai

Kementerian kelautan dan perikanan (KKP) RI diminta untuk melakukan pengusutan dan
Evaluasi pada bangunan gedung tempat pelelangan Ikan (TPI) yang ada didusun I Desa Tebing Tinggi kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara,sebab dalam pekerjaan pembangunan gedung tersebut yang menggunakan anggaran negara,menelan biaya mencapai Rp3.051.800.000 .Terlihat adanya keretakan dimana-dimana.
Yang diduga akibat dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai bestek hal ini disampaikan oleh sekretaris Aliansi Jurnalis Hukum Sergai AzwenFadli SH. didampingi ketua NGO-PMBDS Serdang Bedagai Aswad Sirait di Sei Rampah Jumat 11/1/19.
Menurut Azwen dilokasi TPI itu sebelumnya cukup banyak kejanggalan maupun kerancuan ditemukan dalam pekerjaan pembangunan gedung tersebut dan semua temuan itu Sudah kita sampaikan pada dinas kelautan (diskanla) Sergai Sriwahyuni Pancasilawati yang diketahui sebagai pemegang kuasa anggaran dalam pelaksanaan pekerjaan TPI itu ,dan juga pada beberapa instansi terkait juga sudah kita laporkan, namun sangat disayangkan hingga kini belum ada tanda-tanda pemerintah Sergai maupun provinsi untuk merespon hal tersebut, sehingga diduga adanya permainan dalam pekerjaan pembangunan itu dengan pejabat tinggi yang berpotensi di Serdang Bedagai ungkap Azwen.

Tambahnya dengan itu Sekretaris Aliansi Jurnalis Hukum (AJH) Sergai AzwenFadli SH yang diketahui calon legilatif berharap pada Pemerintah khususnya Kementerian Kelauatan dan Perikanan (KKP-RI) melakukan pengusutan dengan serius dalam pembangunan TPI itu. Sekaligus untuk meninjau kembali pembangunan Pelabuhan Mini di Desa Bagan Kuala Tanjung Beringin yang menelan biaya sekitar Rp16M,dan bangunan custorik senilai milyaran pada tahun 2010 yang diduga tempat pembuangan anggaran namun sama sekali tidak pernah difungsikan sehingga kondisi pelabuhan mini itu kini memprihatinkan dan terlihat seluruh gedung bangunan pelabuhan itu kini kupak kapik, yang tidak diketahui pasti siapa yang bertanggung jawab. Ungkap Azwen.(@$)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *