Kejari Labuhanbatu Jangan Tutup Mata “Diminta Usut Tuntas”

oleh -

Detikkasus.com | Labuhabatu – Senin (12/08/19), Inisial K Siswa Kls II SDN 116246 Bangun Sari, Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhabatu Provinsi Sumatera Utara, Inisial K Siswa kls II tersebut akhirnya menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 17:15 wib, pada hari Sabtu:10/08/19 Innalilahi Wainnalillahi Raji’un, Ujar Suherman LSM TIPAN-RI melalui via telepon seluler sekitar pukul 09:15 wib dini hari.

“INNALILLAHI WAINNALILLAIHI ROJIUN”

Mendapat kabar bahwa inisial K siswa kls II SDN 116246 Bangun Sari telah tutup usia, Adi Satria Armadi mengatakan “Kalau Tuan sebagai Kepala Sekolah/Kepala Dinas Pendidikan, Tidak Punya hati nurani untuk menanggung jawapi kejadian tersebut, Tentunya akan menjadi dilema bagi kedua orang tua siswa, padahal kejadian tersebut pada saat jam belajar walaupun disaat posisi istrahat”. Sekitar lima belas hari inisial K merintih menahan rasa sakit, “Dimana letak hati nuranimu wahai kepala sekolah”. Ujar ADI

Adi Satria Armadi menambahkan “Selama kondisi masih jam belajar sudah diatur regulasinya menjadi tanggung jawab pihak sekolah”. Kecuali kejadian na’as itu sudah diluar jam sekolah. Ujar Adi

Mengingat Diedisi 02/08/19) Tentang judul “Proyek Yang Dikawal TP4D Menelan Korban”. Menceritakan bahwa Pembangunan Rehabilitasi ruang guru di SDN 116246 Bagun Sari, Yang di-Kawal TP4D Kejari Labuhabatu, Malah menelan korban luka lecet dan memar di bagian kepala, Akibat tertimpa reruntuhan tembok yang sedang dalam pengerjaan, Proyek tersebut menelan biaya 103.700.000″.

Menurut nara sumber “Pada jam istrahat pertama siswa lagi sibuk dengan permainannya masing-masing”. “Gelombang cuaca sangat cerah bahkan Angin puting beliungpun sebenarnya tidak ada, Entah kenapa lanjutan kerjaan yang terbengkalai saat membongkar yang akan direhab, Malah menimpa inisial K yang masih duduk dikelas ll”.

Kisah itu terjadi pada hari Sabtu 27/07/2019 inisial K adalah siswa kelas ll, Sejak dari lokasi kejadian sampai kerumah sakit umum Rantauprapat, dirinya terus menerus mengeluarkan cairan berbentuk darah dari bagian kepala. Kabar lanjutannya adek itu sempat tidak sadarkan diri alias pingsan, bahkan kabar terakhir yang kudapat siadek itu katanya dibawa ke Medan.

Saya sangat berharap agar kepala sekolah sebagai penanggung jawab siswa pada saat jam belajar dapat bertanggung jawab atas insiden kejadian ini. Kecuali siswa yang malang itu sudah pulang kerumah orang tuanya, maka lepaslah sudah tanggung jawab sang guru menjadi beralih ke orangtuanya.

Masih mengingat edisi yang lalu “Yang saya sangat sayangkan LINDA kepala sekolah yang seharusnya bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut, EEHH Malah terkesan menghindar si Linda, Kejadian siswa tertimpa reruntuhan tembok sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan instansi pendidikan, Lantas gimana ya nasip siswa dan dimana letak tanggung jawab sekolah pada saat siswa diruang lingkup sekolah”.

“Dari segi bangunan proyek yang menimpa korban, Sangat saya harapkan agar Kejari Labuhabatu segera melakukan olah tempat kejadian perkara”. “Dibagian plank proyek jelas terlihat kasat mata bahwa proyek tersebut adalah bagian dari Pengawalan dan Pengawasan oleh TP4D Kejari Labuhabatu’.

“Menurutku kejadian kondisi proyek yang menimpa inisial K adalah bentuk kelalaian TP4D Kejari Labuhabatu saat melakukan pengawalan dan pengawasan, Sehingga ketika saat melakukan pembongkaran terhadap yang mau di rehab sistemnya asal-asalan”. Ujar Nara sumber sekitaran Lingkungan Bangun Sari.

Melalui pesan situs WhatsApp sekitar pukul 13;05 wib awak media sudah mengkonfirmasi LINDA Kepala Sekolah 116246 Bangun sari, Akan tetapi tidak ada balasan layanan informasi yang buat Linda, Entah kenapa tidak di balasa hanya dirinya yang tau akan hal itu ( J. Sianipar )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *