Kapolres Ngawi Sidak Jasa Penukaran Uang, Reporter – Arifin.

 

Polda Jatim – Polres Ngawi, Detikkasus.com –  Menindaklanjuti antisipasi peredaran uang palsu jelang lebaran 1438 H, Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarja melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah jasa penukaran uang di Jalan Jaksa Agung Suprapto Ngawi, Jum’at (09/06). Dia meminta warga masyarakat lebih waspada dalam melakukan penukaran uang.

Sebab dengan tingkat penukaran uang yang tinggi, tak jarang dimanfaatkan oknum atau orang yang tidak bertanggungjawab untuk mengedarkan uang palsu. Kalau menemukan adanya aksi tersebut diminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas.

“Menjelang lebaran seperti ini memang marak jasa penukaran uang maka warga masyarakat untuk ekstra waspada terhadap peredaran uang palsu. Jika hendak menukar uang harap cek terlebih dahulu semua uang yang akan diterima,” terang Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarjo didampingi Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Andy Purnomo.

Menurutnya, membedakan uang itu asli atau palsu tidaklah terlalu sulit. Uang asli atau tidak bisa di cek langsung dengan cara meraba permukaan kertas uang atau bisa dilihat secara kasat mata. Selain itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan penukaran uang ke lokasi-lokasi yang bisa dipercaya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko mendapatkan uang palsu.

Terpisah kata Catur selaku jasa penukaran uang asal Jalan Ronggowarsito Ngawi mengatakan, pihaknya menjamin uang yang dibawa dalam bentuk pecahan mulai Rp 2.000 sampai Rp 20.000 semuanya asli. Tidak hanya itu saja jumlahnya pun sesuai dengan uang yang ditukar masing-masing mendapat potongan 10 persen.

“Semua uang pecahan yang saya bawa ini semuanya asli tidak ada satupun lembar yang palsu bias di cek langsung. Sebab selaku jasa penukaran uang saya menjaga kepercayaan warga masyarakat,” jelas Catur.

Dia mengakui, setiap H-10 aktivitasnya sudah dimulai bahkan modalnya pun mencapai puluhan juta sampai pada lebaran nantinya. Tetapi jika dirata-rata per harinya jumlah warga masyarakat yang menukarkan uang juga terbatas mengingat penyedia jasa penukaran uang makin hari jumlahnya bertambah. (Arif).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *