Mabes Polri – Polda Jawa Tengah, Detikkasus.com – Kapolda Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Drs. Condro Kirono, M.M., M.Hum dan Kapolres Wonogiri AKBP Mohammad Tora, SH, SIK bubuhkan tanda tangan secara bersamaan di batu marmer saat meresmikan Lapangan Tembak Kahyangan 96 Polres Wonogiri, yang bertempat di lahan sisi selatan Mapolres Wonogiri.
Lahan sekitar 300 meter persegi yang dulunya berisi tumpukan rongsokan sepeda motor dan mobil barang bukti kecelakaan itu disulap menjadi sebuah lapangan tembak yang representatif. Kini, lapangan tembak Kahyangan 96 milik Polres Wonogiri diklaim kali pertamanya dimiliki setingkat Polres di jajaran Polda Jawa Tengah.
Peresmian lapangan tembak polres pertama se-Jawa Tengah tersebut di hadiri oleh Forkopimda Kabupaten Wonogiri, Sekda Kabupaten Wonogiri, Kapolres jajaran Solo raya, Pimpinan cabang BRI Solo raya, Pimpinan Bank Jateng cabang Wonogiri, Pimpinan BNI cabang Wonogiri, Ketua club otomotif Solo raya, Direktur PT Deltomed, Direktur PT Madu Rasa, Direktur PT Sarana Bangun Karsa, Direktur PT Naga Buana.
“Iya, untuk setingkat Polres baru Wonogiri yang mempunyai lapangan tembak,” ungkap Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono di sela peresmian Lapangan Tembak Kahyangan 96 sekaligus secara resmi membuka lomba menembak Polres Wonogiri, Jumat (24/11).
“Ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Bupati Wonogiri atas bantuannya kepada Polres Wonogiri dengan membangun Polres dan 2 Polsek di Wonogiri. Diharapkan lapangan tembak Polres Wonogiri dapat ditingkatkan standarnya untuk kegiatan lomba Tembak Standar Nasional maupun Internasional,” tambahnya.
“Penggunaan senjata api harus dilatihkan, sehingga dapat digunakan untuk melumpuhkan pelaku kejahatan jika diperlukan. Dan yang terpenting adalah anggota dapat lebih terampil dalam mengambil tindakan menembak sesuai sasaran yang melumpuhkan bukan mematikan,” tegasnya.
“Dengan adanya fasilitas ini, anggota dapat benar-benar menguasai cara penggunaan senjata, mulai dari cara menembak, bagaimana cara emosional mencabut senjata,” katanya.
Selama ini, Polres yang belum memiliki lapangan tembak, secara rutin tiap bulannya berlatih di Mako Brimob eks Polwil Surakarta. Itu pun tidak semua anggota dapat mengikuti latihan menembak, pasalnya ruang dan lokasi yang terbatas.
“Kalau ada lapangan tembak di setiap Polres, peluang atau kesempatan anggota berlatih menembak lebih besar dan sangat menguntungkan anggota juga. Kedepan, diharapkan setiap Polres memiliki lapangan tembak sendiri.” imbuh Kapolda.
“Jangan sampai ada kejadian dor di sana yang jatuh malah di sebelah sini yang bukan sasarannya, itu nggak boleh,” pintanya.
Sementara itu, Kapolres Wonogiri AKBP Mohammad Tora menambahkan, dengan adanya lapangan tembak Kahyangan 96 ingin memasyarakatkan olahraga menembak di Wonogiri. Dia juga menyebut, jika sebelumnya sudah dilakukan latihan menembak bersama jajaran Forkompinda. (Buulolo)