Aceh Selatan I Detikkasus.com -, Inisial H Kanit Tipikor Polres Aceh Selatan Provinsi Aceh diduga santai saja disaat dirinya sudah jelas terbukti benar terkonfirmasi, tingkah laku santai saja ketika dikonfirmasi dapat mengakibatkan pertumbuhan korupsi semakin menggurita. Jum’at (26/5/2023)
H, Kanit Tipikor pertama kali dikonfirmasi TIM pada Hari Jum’at 12 Mei 2023 waktu itu beliau ngasih kabar, “Posisinya sedang dijalan dan akan dicek setelah berada dikantor”. Kemudian konfirmasi kedua pada Hari Senin 22 Mei 2023 akan tetapi tidak ada lagi kabar dari beliau.
Perbuatan korupsi bakal atau akan jadi semakin menggurita apa bila APH (aparatur penegak hukum) tidak bisa kooperatif, sampai kearah dilakukannya penindakan secara terukur teruji dan sangat terpercaya. Sebut salah seorang penduduk Jambu Dalem Kecamatan Trumon Timur
Bahkan, walau berulang kali ganti kulit hingga sampai sepuluh atau seribu kali ganti Kanit Tipikor, dapat saya pastikan tidak pernah mampu membasmi kasus korupsi, apa bila oknum kanit tipikor nya selalu santai saja, bahkan tidak mau memberikan perkembangan informasi.
Sebagai kanit tipikor besar kemungkinan beliau yang terhormat itu punya komandan atau sebagai atasannya, “Kalau belum paham betul cara menindak perbuatan dugaan korupsi, bisa diskusi pada atasan dan harusnya jangan anggap remeh terhadap pentingnya layanan informasi”.
Kemudian untuk bisa dapat posisi sebagai kanit tipikor tentunya tidak terlepas dari, “Prinsip yang sangat terdidik dan memiliki Integritas bahkan rasa Nasionalisme, agar dapat melaksanakan berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di NKRI”.
Ketidak mampuan inisial H Kanit Tipikor memberikan tanggapan atau layanan informasinya, “kuat dugaan sudah terjadi kongkalikong diantara, beliau yang terhormat itu dengan penanggung jawab anggaran”. Sebut nara sumber sambil menunjukkan bukti laporan.
Kalau saya lihat isi dari tembusan laporan tertulis dugaan korupsi ini, ada saya lihat isi tembusannya ke bapak Kapolda Aceh, Bapak Bupati, Bapak Kejaksaan, Ketua DPRD, Inspektorat, Kepala Dinas PMD, dan pak Camat Trumon Timur. “Yang muncul dalam benakku”,,,.?
“Inisiatif apalah ia yang dapat dilakukan masing-masing penerima tembusan laporan pengaduan, soalnya sekecil apapun api masih tetap disebut api dan tidak pernah berubah dari api jadi roti”. Maksud saya sekecil apapun korupsi yang terjadi iya harus ditindak.
Jangan sampai berupaya untuk membuat berbagai bentuk alasan sehingga tidak jadi dilakukan penyelidikan penyidikan, kalau dua tiga bulan ini tetap gak kunjung ada kabar perkembangannya, maka sangat layak kembali dibahas bagaimana rencana berikutnya.
Ada waktu itu saya ingat saran dari seorang kawan terdekat berkata, “kalau sesuatu rencana tidak berhasil maka boleh mengubah ke, rencana yang lain tetapi jangan pernah mengubah tujuannya”. Dari ketekunan akan mengubah kegagalan jadi suatu pencapaian yang luar biasa. Sebut sumber
Dilaporan tertulis adalah dugaan korupsi yang terjadi disekitar Desa Jambu Dalem, laporan tersebut bernomor: 007 Tanggal 2 Maret 2023, berupa permintaan supaya dapat diaudit ADD Jambu Dalem dari TA.2021 s/d TA.2022, dan ada juga beberapa poto sebagai dokumentasi.
Kemudian ada beberapa nama masyarakat yang punya harapan tinggi, agar segera dapat dilakukan penyelidikan penyidikan. Ada lagi keinginan masyarakat supaya kepala desa, bisa masuk atau bisa dijebloskan ke penjara karena banyak anggaran yang tidak dikerjakan.
Bahkan ada akun fb atas nama Nur ASyiah Asyiah diduga milik seorang perempuan atau istri dari kepala desa, tidak terima kalau anggaran yang dikelola suaminya jadi sorotan masyarakat, apa lagi jika sampai bahan perbincangan publik hingga dapat, untuk dimulainya suatu penyelidikan penyidikan.
Sekolah atau pendidikan si pemilik akun diduga terlalu tinggi sehingga dengan seenaknya berkata, “Dasar wartawan sakit, maunya kamu waktu datang kerumah dikasih uang cuma-cuma iya sama kamu, kalau mau uang kerja, gak usah ngasih info yang gak benar-benar ke media”. (M. Sianipar)