Jombang | Detikkasus.com – Perayaan hari jadi bukan sekadar seremoni bagi RSUD Ploso. Menandai usia ke-14 yang jatuh pada akhir Desember lalu, rumah sakit pelat merah di utara Brantas ini memberikan “hadiah” nyata bagi kemanusiaan. Berkolaborasi dengan organisasi internasional Smile Train, RSUD Ploso sukses menggelar bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit gratis pada Sabtu (10/1/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Instalasi Bedah Sentral (IBS) Lantai 2 ini tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga titik tolak RSUD Ploso untuk memperluas akses kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Magnet Kebaikan dari Berbagai Penjuru Jawa Timur
Antusiasme masyarakat ternyata melampaui ekspektasi.
Meski berlokasi di Jombang, gaung pengabdian ini menarik minat pasien dari berbagai daerah di Jawa Timur. Dari proses skrining ketat yang dilakukan sehari sebelumnya, terpilih 15 pasien yang dinyatakan layak menjalani operasi.
Daftar pasien tersebut mencerminkan kepercayaan publik yang luas terhadap RSUD Ploso:
Asal Daerah: Pasien berdatangan mulai dari Mojokerto, Tuban, Malang, hingga Madiun.
Rentang Usia: Peserta sangat variatif, mulai dari bayi mungil berusia 3 bulan hingga orang dewasa berusia 35 tahun.
Operasi ini ditangani langsung oleh tim ahli bedah plastik rekonstruksi dan estetik dari Smile Train yang dipimpin oleh dr. Yantoko, Sp. BP-RE. Sinergi apik tercipta saat tim Smile Train bahu-membahu dengan dokter anestesi, perawat bedah, serta tenaga medis RSUD Ploso untuk memastikan setiap tindakan berjalan sesuai standar keselamatan pasien yang ketat.
“Kami ingin semangat ’14 Tahun RSUD Ploso’ benar-benar diwujudkan dalam pelayanan nyata. Terima kasih kepada tim dr. Yantoko dan Smile Train yang telah membantu kami menghadirkan senyum baru bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Direktur RSUD Ploso, dr. Muhammad Vidya Buana, MH.
Bagi dr. Vidya, operasi ini bukan hanya soal estetika atau fungsi fisik seperti bicara dan makan. Lebih jauh, ini adalah investasi masa depan bagi para pasien, terutama anak-anak.
“Tindakan ini berperan besar dalam membangun rasa percaya diri pasien serta menghapus stigma sosial yang kerap mereka alami. Kami ingin mereka kembali ke masyarakat dengan martabat dan kualitas hidup yang lebih baik,” tambahnya.
Dengan suksesnya operasi ini, RSUD Ploso tidak hanya menutup rangkaian HUT ke-14 dengan manis, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai fasilitas kesehatan yang humanis.
Di tangan para tenaga medis ini, pelayanan kesehatan kembali ke marwahnya: memulihkan harapan dan mengukir kembali senyum yang sempat hilang.
(Jum)






